Glory terkesiap tatkala sepasang lengan tiba-tiba melingkari perutnya dan punggungnya langsung terasa hangat karena ketempelan badan besar Richard. Jantungnya berdegup kencang dan konsentrasinya buyar seketika itu juga. Ternyata, dekat dengan Richard beberapa hari ini bahkan sudah tidur di ranjang yang sama dan di bawah selimut yang sama tidak serta merta membuat detak jantungnya bekerja normal ketika di tempeli seperti ini. Seolah-olah hangat tubuh Richard langsung di serap oleh tubuhnya membuat dia merasa gerah. "Masak apa?" tanya Richard sembari meletakkan dagunya di pundak Glory. Tangan yang tadinya luwes meracik masakan kini seolah-olah mati rasa karena menengang. Hembusan hangat nafas Richard menerpa kulit lehernya hingga membuat bulu kuduknya meremang dan dia sangat benci itu kar

