Glory berlari menuju suite room di lantai enam rumah sakit BZ hospital. Baru saja dia di hubungi kalau suaminya masuk rumah sakit karena ambruk di kantor setelah makan siang. Tanpa mengetuk pintu, dia mendorongnya kasar dan mendapati Richard sudah setengah berbaring di atas bed dan ada dokter yang sedang menjelaskan diagnosanya. Dengan nafas sedikit memburu karena lelah, Glory mengatur langkahnya dan berusaha untuk terlihat tenang agar tidak mengganggu dokter yang sedang tugas. Ada Ben disana dan juga Nita yang berdiri di dekat jendela yang seketika langsung menundukkan kepala setelah beradu pandang dengan Glory. "Nggak perlu khawatir Sus, pak Presdir hanya pusing dan kecapean saja," ujar sang dokter sebelum pamit keluar untuk menenangkan wajah khawatir Glory. Glory mengangguk kemudi

