Episode 1
Hari ini adalah hari pernikahan seorang gadis bernama Adiva Akilah, yaitu seorang gadis berusia 23 ia harus menikah dengan anak dari bosnya hanya karena sebuah wasit. Adiva terkenal akan sikapnya yang lembut dan parasnya yang sangat memikat setiap hati pria. Diva adalah anak dari pasangan Sulisianty dan Husnu Sihab. Ia di tinggalkan oleh ayahnya ketiaka berumur 13 tahun. Kalau bicara tentang kalangan , Diva bisa dibilang anak yang terlahir dari kalangan orang yang terpandang ,tapi semua itu berakhir ketika ayahnya dituduh korupsi di perusahaan.
Diva anak yang sangat pintar ia dapat berbicara 4 bahasa yang berbeda.
Itu aja ya informasi tentang Diva. Kita kembali ke cerita.
Diva sedang berada di dalam kamarnya ,ia sedang dirias , ia didampingi oleh bundanya. Selama dirias wajah Diva begitu murung , karena ia memiliki pria yang ia cintai yaitu temannya sendiri.
"Diva sayang, kenapa murung terus sih nanti enggak cantik lagi loh". ucap Bu Sulis yang melihat wajah Adiva yang murung.
"Enggak papa kok Bun, Diva hanya teringat ayah". ujar Diva
"Sayang , dengar bunda ayah pasti senang melihat akhirnya putri kesayangannya akan menikah hari ini". ucap Bu Sulis untuk menenangkan anaknya.
Akhirnya Diva selesai dirias. Diva menggunakan gaun berwarna biru dengan jilbab senada.
Sedangkan di bawa calon suami Diva sedang membacakan ijab qobul.
Ya ,Diva akan menikahi seorang pria yang sangat dingin dan sudah memiliki seorang kekasih namanya adalah Carl Wilson seorang keturunan Jerman.
Carl memiliki paras layaknya seorang pangeran dari negri dongeng. mata yang indah , bibir yang sempurna , hidung yang mancung dan warna kulit bagaikan susu.
Setelah semua orang mengatakan sah Diva digiring oleh bundanya ke tempat suaminya.
Diva berjalan layaknya seorang ratu yang sangat cantik , semua mata menuju ke arah Diva.
Diva dan Carl menyambut tamu yang hadir di pernikahan mereka. Tidak ada satu percakapan di antara mereka hanya ada wajah datar yang muncul.
"Selamat ya,bos , saya harap anak bisa bahagia dan cepat-cepat dapat momongan. " ujar Ali,yaitu sekertaris pribadi Carl.
" Kalau hanya itu yang ingin kau harapkan ,maaf tapi itu tidak akan terjadi "ucap Carl dengan ekspresi dinginnya.
Diva hanya terdiam di tempatnya.
Begitu banyaknya tamu yang datang hampir memakai waktu yang sangat lama.
"Kalian sebaiknya segera ke kamar , Diva kelihatannya sangat lelah " ucap Bu Rena yang merupakan bunda dari Carl.
"Iya, buru deh, mas Carl udah enggak tahan tuh". goda Anna , adik Carl.
Mereka pergi ke kamar untuk beristirahat.
Di dalam kamar.
"Kita tidak akan tidur sekamar, setelah bunda saya dan bunda kamu pergi kamu tinggal angkat kaki dari kamar saya. Kamu akan tinggal di kamar paling ujung. Saya tidak ingin melihat wajah anda " . ujar Carl sambil meletakkan kan jasnya di ujung tempat tidur .
Diva lagi-lagi hanya diam seribu bahasa.
"Daripada kamu diam terus lebih baik kamu bersihkan semua sampah ini, agar kamu berguna. " ujar Carl menunjuk bunga-bunga yang berada di kamarnya.
Diva langsung membersihkan semua kelopak bunga mawar tersebut .
Carl hanya diam memainkan ponselnya di sofa , ia sedang sibuk telponan dengan kekasihnya.
Sepanjang malam mereka hanya asik dengan kegiatan mereka masing-masing.