VJG 08

1015 Words
Venus langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur menatap langit-langit kamar yang terasa sepi saat ini ternyata Galaxy tidak mengejarnya sedikit pun dan malah asyik mengobrol dengan yang namanya Oliv, “Harusnya dari awal aku sudah memprediksikan bahwa Galaxy akan bersenang-senang dengan teman-temannya dan tanpa memikirkanku dan sepertinya ajakannya untuk pergi ke Bali hannyalah sebuah basa-basi Lalu kenapa Aku Dengan bodohnya harus menyetujui kepergian ini "gerutu Venus sambil mengacak rambutnya dengan kesal, Venus menyesali kepergiannya yang ikut Galaxy padahal dari awal harusnya dia menolak saja pikir Venus, Venus kemudian kembali menegakkan tubuhnya berjalan ke sisi tempat tidur di mana ada beberapa cemilan buah setelah itu berniat untuk memakan nya daripada dia tidak ada kesibukan sama sekali sambil memainkan ponselnya. Venus mengamati beberapa foto yang sebelumnya diambil pemandangan laut yang indah, awan biru yang sangat cantik dan juga pasir putih yang sangat menawan bahkan Venus belum sempat untuk ber-selfie Ria untuk dirinya sendiri ataupun dengan Galaxy membuat Venus akhirnya mengulurkan tangannya dan mengambil satu foto selfie dirinya sendiri sambil memakan buah strawberry setelah itu langsung memajangnya sebagai foto profilnya Dan beberapa detik setelah itu ponselnya kembali berdering membuat Venus  yakin pasti ada salah seorang dari kontak ponselnya yang menyadari dirinya sudah mengubah foto profilnya dan benar saja ketika Jasmine membukanya pesan dari Jupiter langsung masuk  "kau jauh-jauh pergi ke Bali hanya untuk berfoto sambil makan strawberry" Itulah isi pesan singkat yang Jupiter kirimkan kepada Venus Membuat Venus berdecak kesal sambil meletakkan garpu ke atas piring untuk membalas sindiran pedas dari sahabatnya itu "apa kau tidak pernah tahu bahwa strawberry di luar kota terasa lebih enak daripada di kota sendiri" balas Venus setelah itu langsung mengirimkannya dan Entah kenapa jupiter membalasnya dengan sangat cepat Mungkin dia saking bersemangatnya untuk terus meledek Venus "dan apa kau tahu bawa semua Strawberry yang kau makan itu adalah Strawberry yang sama yang diimpor dari satu tempat yang biasa kau makan di sini “ ucap Jupiter membuat Venus langsung meraih strawberry tersebut setelah itu menggigitnya sambil mencapainya perlahan mencoba untuk merasakannya, bagi Venus strawberry ini terlihat lebih besar dan juga manis pasti Jupiter sudah mengarang nya  "apa kau tidak tahu strawberry ini lebih besar dan juga lebih merah berbeda dari Strawberry yang biasa aku belikan supermarket" balas Venus kembali yang hanya dibalas oleh emoticon yang mengolok-oloknya membuat Venus berdecak dengan Kesal "apa kau mengirimkan pesan jauh-jauh ke mari hanya untuk mengolok-olok, Jika ia lupakan saja aku akan mematikan ponselku" ucap Venus sambil melemparkan ponselnya dengan kesal setelah itu mengambil kembali garpu dan menusukkan beberapa buah untuk kembali Dia Santap dan seperti dugaannya detik berikutnya Jupiter kembali membalas pesannya tersebut l “ jika kau merasa kesepian Hanya duduk di dalam cottage sendirian Lebih baik kau tidak ikut jauh-jauh ke Bali Karena pada akhirnya kau diabaikan oleh sahabat itu bukan” ucap Jupiter yang tepat sekali menembak dengan keadaannya saat ini “ dari mana kau tahu? "Tanya Venus sambil mengirimkan pesan tersebut dengan kening berkerut Entah kenapa jupiter selalu tahu dengan keadaannya baik mereka sedang berjauhan atau hanya perbatasan tembok kontrakan saja “ tentu saja aku tahu karena dari tadi kau dengan cepat membalas pesanku bukan tandanya kau sedang senggang dan tidak menikmati pemandangan sekitarmu jika pikiranku salah mungkin kau akan membalas pesanku malam hari atau mungkin besok paginya "ucap Jupiter membuat Venus menghembuskan nafas panjangnya “ ya begitulah ternyata aku yang terlalu bodoh" Gumam Venus setelah itu kembali mengutak-atik kan jari-jemarinya di atas benda pipih di tangan nya “kau benar rasanya aku ingin kembali lagi ke kontrakan atau lebih baik menolong Ibu di toko itu jauh lebih baik sepertinya "ucap Venus " Sudah Terlambat kau menyesalinya, lebih baik kau keluar dan menikmati pemandangan indah di sekitarmu setidaknya kau akan membawa kenangan indah saat pergi berlibur meskipun sahabat mu itu meninggalkanmu kau bisa menikmatinya seorang diri "balas Jupiter membuat Venus yang sepertinya setuju dengan perkataan Jupiter yang memeberikan  ide yang bagus, untuk apa dia di dalam cottage seorang diri lebih baik dia Menikmati keindahan laut di sekitarnya meskipun Galaxy sedang sibuk bersama teman-temannya membuat Venus akhirnya meletakkan ponselnya tanpa membalas pesan Jupiter sedikit pun setelah itu berjalan keluar Cottage, Venus kemudian  berjalan kembali menyusuri pantai namun baru saja Venus hendak lebih jauh untuk mendekat tiba-tiba langkahnya terhenti ketika melihat Galaxy mengeluarkan sebuah kotak cincin dihadapan Olivia dan tidak lama setelah itu memasangkan cincin tersebut di Jari Manis Olivia membuat Olivia menatap cincin yang melingkar di jarinya saat ini dengan mata berbinar membuat Venus tanpa sadar memundurkan langkahnya Sepertinya itu yang Jupiter berikan adalah ide terburuk karena Venus harus melihat sahabatnya melamar sahabatnya yang lain membuat Venus tanpa sadar kembali berlari untuk kembali ke kamar matanya memerah dan dadanya terasa sesak ketika menyadari bahwa Galaxy memang merencanakan liburan ini untuk melamar Olive. Venus  langsung membuka kamarnya dengan cukup keras setelah itu membanting pintu dan berlari ke arah tempat tidur membenamkan wajahnya pada batal setelah itu air matanya mengalir begitu saja "Kenapa juga dia harus membawaku ketika dia akan melamar kekasihnya itu" gumam Venus dengan tersedu-sedu Entah kenapa dia sangat merasa sakit hati setidaknya Galaxy mengatakan bahwa dia mempunyai rencana untuk melamar seseorang dan malah membiarkan Venus seperti orang bodoh, Venus mengakui bahwa selama ini yang dirasakan jauh dari rasa seorang sahabat kepada Galaxy meskipun selama ini Venus menutup-nutupinya dan juga menyangkalnya tapi hatinya tidak bisa membohongi nya ketika melihat  Galaxy memakaikan Cincin Di Jari Manis wanita lain membuat Venus benar-benar merasa jika hatinya sangat hancur  “Harusnya Aku tidak ikut jika saat Galaxy mengajak untuk pergi ke sini" Gumam venus lagi lagi setelah itu menegakkan tubuhnya mencoba untuk mengemasi barang-barangnya kembali Sepertinya dia harus kembali dan Venus juga menyatakan bahwa liburannya selesai sampai di sini tidak peduli jika Galaxy mungkin akan menahan nya tapi Venus akan tetap pergi pulang sendiri dengan berurai air mata memasukkan barangnya satu demi satu mengabaikan dering ponsel yang sedari tadi menggema di Indra pendengaran nya menutup kopernya dengan cukup keras setelah itu bersandar duduk pada tempat tidur kembali menumpahkan air matanya kenapa hatinya begitu sesak membuat Venus akhirnya menundukkan ke wajahnya membiarkan air matanya mengalir sampai tak bersisa karena setelahnya Venus tidak akan pernah menangisi lagi yang namanya Galaxy. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD