Venus dan Galaxy, terpaut usia satu bulan di antara mereka sehingga mereka tumbuh bersama dari bayi sampai saat ini, mereka bersahabat dengan erat dan tidak terpisahkan Galaxy selalu melindungi Venus dan mengayomi nya layaknya seorang kakak yang menjaga adiknya mereka selalu bermain bersama, bersekolah bersama dan liburan bersama, membuat ikatan di antara keduanya semakin erat jika dibilang hanya menjalin sebuah persahabatan mereka tahu kebaikan dan keburukan masing-masing dan saling memahami satu sama lain.
Kedekatan mereka dimulai Memang karena Marina dan juga Ibu galaksi yaitu Christina bersahabat, membuat keluarga mereka layaknya seperti saudara yang tidak bisa terpisahkan, mereka selalu berhubungan baik dan saling membantu dan seperti saat ini ketika Marina sedang mengalami kesulitan Christina selalu mengulurkan tangannya membantu sahabatnya tersebut. Marina dan Venus bahkan merasa sedikit enggan karena tidak enak hati selalu menerima kebaikan yang Christina berikan kepada mereka di saat mereka terpuruk Christina selalu memberikan kebutuhan apapun yang Venus dan Marina butuh kan saat ini, bahkan Christina menyuruh Marina dan Venus untuk tetap tinggal bersama mereka kapan pun mereka mau.
Christina sempat kecewa ketika Marina memutuskan untuk keluar dari rumah mereka dan memilih mengontrak bersama Venus. Christina sangat menyayangi Venus layaknya dia menyayangi Galaxy dan juga Christina terlihat Sedih ketika melihat galaksi yang juga sedih melihat Venus harus kembali berpisah dengannya.
Setelah perceraian yang menimpa Marina Christina menyuruh Marina dan Venus untuk tinggal di rumah mereka namun entah apa yang menyebabkan Marina memilih untuk pergi dan mengontrak bersama Venus di pinggiran kota.
"Venus, lepaskan pelukanmu dan biarkan Galaxy untuk masuk "ucap Marina membuat Venus akhirnya mengurai pelukannya dari Galaxy dan memberikan ibunya tatapan merajuk. Marina hendak kembali menceramahi Venus namun semua kata-katanya Marina telan kembali saat melihat beberapa kurir datang menghampiri mereka
"Letakkan saja semuanya di dalam" ucap Galaxy membuat dua orang kurir yang tengah membawa beberapa box di tangan mereka mengangguk dan setelah itu berjalan masuk dan meletakkannya tepat di atas meja yang berada tidak jauh dari mereka Setelah itu mereka berpamitan.
Marina dan Venus menatap Galaxy dengan tatapan tanya seolah meminta jawaban apa yang baru saja kurir-kurir tersebut bawa ke tempat mereka
"itu hanya makanan kecil dan juga makanan kesukaan Venus "ucap Galaxy membuat Venus kembali menampilkan wajah berseri-seri dengan senyum mengembang yang sangat kentara
"kau memang yang terbaik Galaxy" ucap Venus kemudian mengecup pipi Galaxy dengan cepat sebelum dia berlari kearah meja tempat boks tersebut diletakkan
" Berhentilah merengek seperti anak kecil Venus dan Cepat selesaikan dulu pekerjaanmu sebelum membuka boks tersebut "ucap Marina yang kembali masuk ke dalam untuk melanjutkan kegiatannya, sedangkan Galaxy masih terdiam mematung sambil memegang pipinya yang baru saja Venus kecup. Meskipun mereka sudah sering berbagi kasih sayang namun Galaxy masih tetap saja dibuat kaku ketika Venus dengan tiba-tiba mengecup pipinya
“astaga ini semua untuk ku, kau memang yang terbaik, macaroon cake strawberry dan dessert yang penuh potongan strawberry" Pekik tertahan Venus dengan mata berbinar saat melihat makanan kesukaannya dengan lengkap tersaji di atas meja, Venus memang sangat menyukai makanan yang berbau strawberry dan itu sudah sangat dihafal betul oleh Galaxy bahkan ketika Venus merajuk padanya Galaxy akan dengan mudah membujuknya hanya dengan sebuah cake strawberry saja dan itu sangat terlihat lucu dan imut di mata Galaxy.
Galaxy kemudian mengabaikan Venus yang masih menatapi kue-kue kesukaannya dan berjalan menghampiri Marina
"Aku akan membantu ini Tante" ucap Galaxy sambil meraih buku-buku Venus dan mencoba untuk membereskannya
" Lebih baik kau temani Venus saja menikmati kue-kue itu, ini biar tante yang mengurusnya "ucap Marina dan langsung mendapatkan penolakan dari Galaxy
" semua kue-kue itu hanya akan cukup di perut Venus lagi pula aku sudah kenyang” jawab Galaxy membuat keduanya terkekeh, pasalnya sebanyak apapun kue strawberry yang mereka sediakan rasanya tidak akan pernah cukup di perut kecil Venus dan itu membuat mereka bertanya-tanya Bagaimana bisa begitu banyaknya makanan bisa muat dalam perut kecil yang Venus memiliki berbanding terbalik dengan makanan yang lain, Venus sedikit susah untuk memakan makanan seperti karbohidrat nasi ataupun makanan berat lainnya jika Marina tidak memaksanya. Untuk itulah dia memiliki tubuh yang terbilang kecil dan juga imut di usianya saat ini berbanding terbalik dengan makanan makanan kesukaannya yang akan habis dalam sekejap Berapa banyak pun Mereka menyajikan nya di hadapan Venus.
"Venus Kau bisa bukan menyelesaikan semua barang-barang yang tersisa ini, Ibu harus segera ke toko dan membereskan barang-barang yang di sana "ucap Marina membuat gerakan tangan Venus yang tengah menyuapkan cake strawberry kesukaannya terhenti
"ibu akan pergi sekarang?" Tanya Venus membuat Marina yang kini tengah meraih tas tangannya mengangguk setelah itu berjalan kearah beberapa peralatan membuat kue yang akan dia bawa ke tokonya
"ibu harus segera cepat jika besok Ibu ingin toko tersebut buka" ucap Marina membuat Venus sedikit kecewa karena harus menghabiskan hari pertama kepindahannya seorang diri dan menerima bahwa Marina juga akan semakin sibuk dan memulai bisnis toko roti yang dia buka
“kalau begitu aku akan mengantar tante "ucap Galaxy yang juga Tengah bersiap-siap beranjak dari tempatnya
"kau kan baru saja datang Kenapa harus secepat ini pergi" Rengek Venus membuat Galaxy hanya tersenyum
" aku harus memastikan tante sampai ke tokonya setelah itu aku berjanji akan kembali lagi ke sini "ucap Galaxy sambil mencubit pipi Venus yang terlihat gemas saat merajuk
“kau di sini saja bersama Venus Tante bisa pergi sendiri" ucap Marina Namun sepertinya Galaxy tidak menerima penolakan karena dia bersikukuh Untuk mengantarkan Marina ke tokonya tersebut.
Sepeninggalan Galaxy dan Marina Venus memilih untuk menyimpan sebagian kue yang tersisa ke dalam lemari es setelah itu melanjutkan kembali menyusun beberapa barang yang belum tertata rapi membutuhkan waktu setidaknya 2 jam untuk Venus menyelesaikan semuanya, Venus Melarikan pandangannya ke sekitar ruangan yang sudah terlihat rapi dan juga bersih
"melelahkan sekali" ucap Venus sambil meregangkan seluruh tubuhnya yang terasa sangat pegal setelah itu Venus memilih untuk membersihkan dirinya sebelum mencari makan malam untuk mengisi perutnya yang sebenarnya sudah terisi penuh oleh kue kue strawberry yang beberapa jam yang lalu dia makan, namun seperti pesan yang ditulis oleh ibunya Venus harus memakan makanan lain selain kue-kue yang Galaxy bawakan,
tidak butuh waktu lama akhirnya Venus siap untuk menjelajahi sekitar kontrakannya yang menurutnya jauh dari keramaian dan juga kebisingan kota, dia harus mencari beberapa toko kecil yang menyediakan makanan siap saji, “Memangnya toko seperti apa yang berada di pinggiran kota kecil ini "gumam Venus yang akhirnya memilih pergi ke salah satu minimarket dan membeli beberapa mie instan untuk makan malamnya nanti
, Venus kemudian menghembuskan nafas panjangnya karena jika saja ibunya tahu dia hanya membeli mie instan Marina Pasti akan sangat marah lagi pula Venus masih bingung di mana harus membeli bahan makanan untuk memasak dan satu-satunya Jalan agar dia tidak kebingungan adalah dengan membeli mie instan, setelah itu Venus Memilih Untuk Kembali ke rumah kontrakannya namun langkahnya terhenti saat melihat seorang anak lelaki yang tengah menangis tepat di depan pintu gerbang yang Venus tahu adalah rumah pemilik kontrakan tersebut. sesaat Venus berniat untuk mengabaikannya namun saat melihat lututnya yang berdarah rasa iba langsung menyeruak ke hati Venus membuatnya melangkah maju untuk menghampiri anak laki-laki tersebut
“kau baik-baik saja?" Tanya Venus membuat anak laki-laki tersebut menghentikan tangisnya dan mendongakkan kepalanya untuk melihat kearah Venus, Venus sedikit tertegun saat melihat ternyata anak laki-laki di hadapannya ini memiliki wajah yang sangat menarik atau mungkin lebih tepatnya bisa disebut sangat tampan dengan kulit putih bersih dan mata yang ber iriskan coklat terang
“apa kau terluka?" Tanya Venus membuat anak lelaki tersebut melihat kearah lututnya yang mengeluarkan darah membuat Venus menekuk lututnya agar mensejajarkan tubuhnya dengan anak laki-laki tersebut
"di mana rumahmu,? Apa kau baru saja terjatuh??" Tanya Venus,
"Ibu tidak membukakan pintu untukku, dia marah" Jawab si anak tersebut sambil melihat ke arah rumah yang dibatasi pintu gerbang tinggi di belakangnya
“apa kau tinggal di rumah itu? "Tanya Venus membuat si anak lelaki tersebut menganggukkan kepalanya, mereka sedikit terdiam sejenak sambil memperhatikan luka yang harus segera diobati itu jika tidak mungkin akan terjadi infeksi
“kalau begitu Apa kau mau ikut bersamaku "tawar Venus membuat anak lelaki tersebut menatap kearah wajahnya sejenak sebelum menganggukkan kepala.
Mereka pun akhirnya berjalan ke rumah Venus yang berada tepat di sebelah rumah anak lelaki yang kini mengikuti venus di belakang
"duduklah aku akan mengobati lukamu" Ucap Venus langsung berjalan ke arah lemari yang menyimpan P3K dan langsung mengobati lutut si anak tersebut
“Siapa namamu?" Tanya Venus
"Jupiter" jawabnya membuat Venus langsung membulatkan matanya
“nama kita ternyata sama-sama diambil dari nama planet ya "jawab Venus dengan senyum hangatnya membuat Jupiter tertegun melihat ke arahnya sebelum memalingkan wajahnya dengan telinga memerah
"hei Ada apa dengan telingamu Apa kau juga demam?" Tanya Venus sambil mengulurkan tangannya dan meletakkannya tepat di kening Jupiter
" tapi suhu tubuhmu baik-baik saja "ucap Venus kemudian menegakkan tubuhnya dan meletakkan kotak P3K yang baru saja dia gunakan. Venus sebenarnya penasaran dengan cerita Jupiter Kenapa dia bisa dimarahi oleh ibunya dan dibiarkan begitu saja di depan rumah dengan keadaan terluka, namun niatnya dia urungkan saat melihat Jupiter memegangi perutnya
“Apa kau sudah makan? "Tanya Venus membuat Jupiter langsung menggelengkan kepala. Entah kenapa Venus merasa sedikit iba melihat Jupiter yang terlihat tidak terurus dengan baju yang kumal rambut yang sudah panjang dan juga tubuh yang terlihat kurus untuk ukuran anak seumurnya, Jupiter dan Venus terpaut umur Lima tahun jika sekarang umur Lima belas tahun Berarti Jupiter berusia sepuluh tahun, Venus pun kembali melanjutkan langkahnya ke dapur untuk membuat mie rebus untuk mereka makan malam, setidaknya hanya mie rebus itu yang bisa Venus berikan kepada Jupiter