VJG 15

1053 Words
Seperti semua yang sudah direncanakan oleh Jupiter dari awal bahwa dirinya mengambil keputusan untuk meninggalkan kota ini mengambil tawaran dari perusahaannya untuk pindah ke perusahaan cabang yang lain ketimbang harus menerima Perjodohan dan juga menyaksikan pernikahan Venus dan saat ini Jupiter Tengah membereskan barang-barang miliknya menyusunnya ke dalam sebuah koper besar namun gerakannya terhenti ketika tiba-tiba kamarnya dibuka begitu saja dan tentu saja itu oleh ibunya yang tidak pernah sekalipun mengantuk pintu untuk masuk ke dalam kamarnya tersebut  "kau benar-benar tidak mendengarkanku?" Ucap dinar sambil menatap tidak suka ke arah Jupiter dan jupiter mengabaikan kemarahan ibunya tersebut "kau mendengarkanku bukan, bukan kah aku sudah mengatakan bahwa kau harus menikah dengan Olive itu satu-satunya jalan agar kau bisa hidup senang ke depannya" ucap Dinar kembali membuat Jupiter Jengah dengan semua rencananya tersebut yang akhirnya Jupiter menutup koper nya setelah itu beranjak dari duduknya membalas tatapan ibunya tersebut "sudah aku katakan aku tidak ingin hidup dengan semua rencana yang ibu jalankan aku sudah dewasa dan aku berhak untuk mengambil keputusan untuk hidup ku sendiri "jawab Jupiter membuat Dinar mengepal kan tangannya dengan kuat “ apa kau tidak ingat bahwa yang membesarkanmu itu adalah aku dengan tanganku sendiri bersusah payah aku mendidikmu sampai seperti ini "ucap Dinar  kembali membuat Jupiter hanya bisa tersenyum meremehkan  "  Aku tumbuh seorang diri dengan bersusah payah agar tidak menjadi anak berandalan karena kurangnya kasih sayang dari ibunya sendiri dan kali ini Ibu mengaku-ngaku telah mengurusku Apa Ibu tidak malu dengan semua ucapan yang Ibu katakan "ucap Jupiter membuat Dinar akhirnya tidak bisa menahan amarahnya lagi dan melayangkan satu tamparan tepat di sisi wajah Jupiter membuat Jupiter hanya terdiam menerima tamparan keras dari ibunya, hal seperti ini sudah sangat sering Jupiter alami bahkan sejak kecil ibunya tidak pernah sungkan untuk melayangkan pukulan padanya dan hanya tamparan ini tidaklah menyakitkan bagi Jupiter "dan hanya sebuah kekerasan seperti ini yang aku dapatkan dari kecil jadi ibu tidak berhak untuk mengatur hidupku lagi, aku akan pergi dari kota ini dan memulai hidup baru ku anggap saja Ibu tidak pernah mempunyai seorang anak dan ibu bisa hidup bebas seorang diri, Ibu bebas hidup dengan para lelaki simpanan Ibu “ucap Jupiter lagi lagi membuat Dinar tersulut emosinya hendak kembali melayangkan tamparan namun kali ini Jupiter menahan tangan Dinar dengan cukup kuat bukan nya ingin melawannya tapi Jupiter sudah cukup untuk menerima jika dirinya terus diinjak-injak seperti ini oleh ibunya  "jadi saat ini kau berani untuk melawan ku setelah kau berhasil dengan semua karir dan juga hidupmu Kau melupakan Siapa yang sudah melahirkanmu " ucap Dinar kembali  "aku berterima kasih karena sudah melahirkanku ke dunia ini tapi aku menyesal karena sudah lahir dari rahim wanita seperti mh” ucap Jupiter setelah itu tanpa menunggu lagi Jupiter langsung meraih kopernya dan hendak pergi meninggalkan rumah dan juga kota dan masa lalunya namun langkahnya terhenti ketika sampai di ruang tamu disana Venus terdiam dengan sebuah kotak ditangannya dengan mata berkaca-kaca tentu saja Jupiter sudah bisa menebak bahwa Venus mendengar semua perdebatannya dengan Ibunya dan dari arah belakang Dinar meneriakinya membuat Jupiter Langsung kembali melanjutkan langkahnya dan meraih tangan Venus membawanya untuk keluar rumah mengabaikan teriakan amarah dari Dinar sedangkan Venus hanya bisa terdiam sambil mengikuti langkah panjang Jupiter yang kini membawanya ke sebuah halte Setelah itu barulah Jupiter melepaskan genggaman tangannya  "maafkan aku karena sudah membawa ke sini aku hanya tidak ingin kau menjadi amukan dari wanita itu" ucap Jupiter tanpa menatap kearah Venus membuat Venus hanya terdiam Venus tidak tahu harus menanggapi perkataan Jupiter Seperti apa karena dirinya memang tidak sengaja mendengar perdebatan antara Jupiter dan juga ibunya membuat Venus merasa tidak enak hati, mereka kemudian terdiam untuk beberapa saat duduk di kursi halte Tanpa percakapan sedikit pun membuat Jupiter akhirnya menatap kearah sebuah kotak yang berada di genggaman Venus  "Apa itu?” Tanya Jupiter membuat Venus sedikit tersentak dari pikirannya sambil mengangkat Kotak di tangannya  "Ah ini aku ingin memberikannya kepada mu” ucap Venus membuat Jupiter menatap kotak tersebut dengan alis terangkat setelah itu menerima uluran kotak tersebut dan mengambilnya  " jangan membuka nya sekarang kalau bisa membuka nya setelah kau sampai di tempat tujuan” ucap Venus membuat Jupiter akhirnya mengerti dengan arti dan tujuannya  "Jadi kau menemuiku untuk mengucapkan salam perpisahan?” Tebak Jupiter membuat Venus  terdiam Sebenarnya dia tidak mempunyai niat untuk mengucapkan salam perpisahan tentu saja karena tidak sanggup. venus berharap jika mereka bisa  kembali bertemu meskipun Jupiter berniat untuk meninggalkan semuanya di kota ini termasuk kenangan mereka "Aku hanya ingin memberikan kotak itu Aku tidak akan mengucapkan salam perpisahan Karena aku berharap kita bisa bertemu lagi" ucap Venus  membuat Jupiter terdiam karena mengucapkan salam perpisahan pasti akan sangat sulit, Jupiter yang masih dengan tetap pada pendiriannya meskipun semalam Jupiter sudah melihat Venus menangis tersedu tapi dirinya benar-benar memantapkan hatinya untuk tidak luluh dan kembali membentengi hatinya "Kau benar-benar jahat bahkan Semalam aku sudah menangis sampai seperti itu tapi kau masih keras kepala aku seperti dicampakkan "ucapan Venus membuat Jupiter hanya tersenyum meremehkan " Harus nya disini  aku yang merasa dicampakkan "gumam Jupiter dengan tidak terlalu jelas membuat Venus langsung menatap kearah nya " apa kau mengatakan sesuatu?” Tanya Venus membuat Jupiter menggelengkan Kepalanya “tidak lupakan saja” Jawab Jupiter, Venus Kemudian menatap kearah koper besar yang berada di samping Jupiter “ Jadi kau akan pergi hari ini? " Tanya Venus membuat Jupiter menganggukkan kepalanya " lalu di mana mobilmu? "Tanya Venus kembali sambil melarikan pandangannya ke arah lain " mobilku aku tinggalkan di kantor aku Berencana untuk pergi dari kantor saja "ucap Jupiter membuat Venus terdiam karena tidak tahu apa kata-kata terakhir yang harus dia ucapkan untuk mengantar kepergian Jupiter namun detik berikutnya Venus mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Jupiter dengan erat "Aku tahu hidup seorang diri Pasti sangat berat jika kau tidak sanggup untuk menahan sesuatu yang menyesakkan di hatimu kau masih tahu nomor ponselku bukan dan juga masih ingat rumah kontrakan yang aku tinggali, kapan saja kau bisa untuk menemuiku" ucap Venus seolah menawarkan dirinya untuk menjadi satu orang sandaran yang bisa Jupiter pegang dalam hidupnya ketika ibunya sendiri tidak bisa untuk diandalkan karena Venus tahu bagaimana kehidupan Jupiter dari kecil tanpa kasih sayang dari keluarga ataupun ibunya sendiri “ terima kasih masih terus memikirkanku tapi aku mohon jangan pernah bersikap seperti itu karena itu akan memberatkan ku untuk pergi meninggalkanmu "ucap Jupiter membuat Venus terdiam
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD