Anya mondar-mandir di dalam ruangan kerjanya. Lima belas menit yang lalu ia mendapatkan kabar bahwa setengah jam dari sekarang akan diadakan rapat koordinasi mengenai persiapan ulang tahun perusahaan. Dan hingga detik ini juga Anya belum mendapat kepastian Je akan menghadiri bahkan memberikan pidato pembukaan di acara tersebut. “Duh… bagaimana ini jika ia sungguh-sungguh tidak mau hadir? Apa yang bisa diharapkan dari pria kekanak-kanakan seperti itu? Apakah Coach Xavier berhasil melakukannya?” Anya menggerutu sambil terus memutar otaknya. Beberapa hari lalu saat berbincang dengan Xavier, pria itu berjanji akan membantu Anya membawa Je ke kantor dengan sebuah kesepakatan bahwa dirinya juga akan membiarkan Je berlatih setiap hari ganjil. Pada hari genap, Je diizinkan untuk mengurus peker

