"Hahaha... Kau jangan kebanyakan berbicara lagi, Cristian," geram si Qirin kepada Cristian yang telah memasang kuda – kuda untuk menerima semua serangan dari si monster legenda itu.
Dengan cepat Qirin melesat untuk menyerang Cristian tetapi dengan lincahnya ia menghindari serangan terbang, dengan bertumpu pada satu kaki dan dengan gerakan indah ala penari balet pun ia peragakan, untuk menghindari dari semua serangan monster itu.
"Sial, ternyata monster ini mempunyai gerakan yang sangat cepat, kalau aku tidak segera menyelesaikannya, nyawa aku dan anakku akan jadi taruhannya," umpat Cristian dalam hati.
"Hei, anak manusia, apa yang sedang kau pikirkan sekarang? Dulu mungkin kamu bisa membunuh kakekku, tetapi sekarang aku tidak akan membiarkan kamu mengulang kejadian yang sama," ancam Qirin ini.
"Hah...? Kakekmu, aku sama sekali tidak mengenal kakekmu, wahai monster legenda," tukasnya terhadap pernyataan dari monster legenda ini.
"Apa yang kamu maksud dengan kakekmu itu, adalah naga yang berkepala tiga itu? Yang telah merusak dan menghancurkan semuanya?" lanjut Cristian menjelaskan kronologi kejadian yang sebenarnya.
Tanpa melanjutkan percakapan ini, sang monster legenda ini, menyerang kembali Cristian yang sedang lengah karena pikirannya ia telah menjelajah ke masa lalu dimana dia dan sang istri membunuh naga berkepala tiga dengan gigihnya.
Dengan melingkarkan tubuhnya, sang monster legenda ini melilit Cristian dengan sangat erat dan terdengar suara "kkkraak" sehingga Cristian menjerit kesakitan akibat tulang punggung d**a dan punggung dia patah.
Akibat melihat kejadian itu, Dennis dengan sisa keberaniannya, ia menantang sang monster itu.
"Hai, monster, lepaskan lah ayahku, lawan aku saja, itupun kalau kamu berani melawan diriku," dengan menahan getaran dikaki dan tangannya, Dennis menantang dengan sisa keberaniannya itu.
"Kau berani sekali ya, anak kecil, baik, aku akan kabulkan lah permintaan kamu itu," dengan segera sang monster mulai menyerang Dennis.
Dari atas ia langsung menukik tajam, dengan cakar yang telah siap untuk menangkap sang mangsa, yang tidak lain adalah Dennis, anak kecil usia tiga tahun itu.
Pada saat ia telah tepat di belakang anak kecil ini, Dennis melompat untuk naik ke atas punggung sang monster itu dan ia mulai menarik kedua kumis dari monster itu, untuk mengendalikan sang monster.
Dengan bersusah payah akhirnya si Dennis berhasil mengalahkan sang monster dengan cara memotong kedua kumisnya itu, yang merupakan sumber kekuatan dari monster itu sendiri.
Setelah kedua kumisnya terpotong, muncullah kepulan asah berwarna putih mengelilingi sang monster itu dan "wush" asap itu menghilang, yang tersisa hanya sebuah pedang yang bisa terbang dengan sendirinya.
Dengan sangat perlahan Dennis mendekati pedang yang sedang melayang – layang di udara tanpa ada yang memegangnya, dengan sangat hati – hati Dennis mulai menyentuh gagang pedang yang ia sendiri tidak tahu pedang apa itu namanya.
Pada saat pedang itu telah dipegang oleh tangan Dennis, ia seperti masuk kedalam sebuah adegan beberapa ratus tahun yang lalu, disitu dia melihat bagaimana sang ayah dan ibunya dengan gagah berani menumpas kekuatan jahat yang menguasai hampir seluruh wilayah Jiang Shen.
Setelah adegan bapak dan ibunya menumpas kekuatan jahat, ia dibawa kembali ke masa dimana monster itu kecil, di situ dia melihat ada naga berkepala tiga sedang bercengkrama dengan seekor naga kecil, mereka seperti bahagia sekali tapi adegan itu tidak berlangsung lama.
Karena setelah itu, ada kejadian yang aneh, dimana di lokasi naga kecil itu berada, datanglah seorang penyihir dari aliran kegelapan yang mengubah naga berkepala tiga menjadi jahat dan membuatnya mempunyai nafas api abadi.
Setelah sang penyihir membacakan sebuah sihir itu, sang naga berkepala tiga tidak terkendali dan hanya mampu dikendalikan oleh sang penyihir tersebut. Tidak lama kemudian ia memerintahkan sang naga menghancurkan tempat tinggalnya dan seluruh naga yang berada disampingnya.
Untungnya sang naga kecil itu sempat bersembunyi pada saat sang penyihir sedang membacakan sebuah sihir, dan dengan kekuatan yang dia miliki dapat melindungi dirinya dari nafas api sang kakek yang telah diubah menjadi jahat oleh penyihir tersebut.
Setelah kejadian seperti itu setengah kesadaran sang ayah, menyuruhnya untuk pergi dari tempat para naga berkumpul dan bersembunyi agar ada penerus dari rasa naga tetap hidup.
Diao Chan memilih untuk merubah wujudnya menjadi sebuah pedang yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan Pedang Susanoo, dan sekarang telah menjadi incaran para perguruan karena memiliki kekuatan yang sangat hebat dan unik.
Tiba – tiba tempat yang di datangi anak kecil itu berubah kembali, dia seperti memasuki ruang kosong dengan warna mayoritas di dalam ruangan itu bercorak putih bersih.
Di dalam sana ia bertemu dengan sang Qirin yang telah berubah wujud menjadi sosok perempuan yang sangat cantik jelita.
"Hah...? Siapa kau, bibi? Dan dimana aku ini? Cepat lepaskan aku? Aaarrggh...," teriak Dennis dengan sekencang – kencangnya.
"Hentikan teriakan kamu, anak kecil, aku tidak akan menyakiti kamu disini, karena kau sudah dapat memotong kumisku, jadi kau sekarang adalah tuanku," ujar wanita itu kepada Dennis dan ia pun tidak lupa memberi hormat kepadanya.
"Hah...? Tuan? Siapa yang kamu panggil dengan sebutan tuan, bibi?" ujar Dennis kebingungan dengan panggilan yang diberikan oleh bibi – bibi itu.
"Ya, kamu lah, anak kecil," ucap perempuan cantik jelita dengan senyum manja kepada anak kecil tersebut.
"Kenapa, harus aku, bibi? Kan masih banyak yang lain bibi, untuk dijadikan tuannya, bibi," ujar Dennis yang masih tidak mengerti apa yang sedang terjadi.
"Ok, baiklah, bibi akan menceritakan sedikit lagi, kenapa hanya kamu saja yang cocok untuk menjadi tuan, bibi," jelas wanita cantik jelita tersebut.
Itu terjadi beberapa tahun lalu
Di suatu tempat yang dikelilingi oleh pohon – pohon besar, dan rerumputan yang membuat orang yang melihatnya sangat menikmati pemandangan warna hijau yang begitu asri.
Terdapat seorang wanita yang merupakan jelmaan dari monster legenda, yaitu Qirin. Ditempat itu ada seorang petapa yang mempunyai kekuatan yang sungguh hebat, pada saat ia bertemu dengan wanita ini.
Petapa sakti berbicara seperti ini, "Hai, wanita muda, nanti kau akan bertemu dengan seorang anak kecil yang mampu memotong kumismu, dan bisa menolong kamu untuk membalaskan dendam kakekmu kepada seorang penyihir itu."
"Pada saat itulah kau harus tunduk dan patuh kepada semua perintahnya, dan kamu juga akan berubah kewujud sebuah pedang legendaris yang bernama Pedang Susanoo," lanjut petapa itu menjelaskan apa yang ia lihat dalam sebuah pertapaannya.
"Siapa anak itu bapak?" tanya wanita cantik jelita ini kepada sang petapa tersebut.
"Yang aku bisa beritahumu adalah anak ini adalah keturunan murni dari legenda pedang, dan dia juga mempunyai kekuatan yang sangat unik meskipun nantinya,"jelas petapa itu terhadap apa yang telah ia lihat dalam mimpinya.