PART 5•RAINA BERAKSI•

1147 Words
-HAPPY READING- Seperti biasa,setelah bel istirahat berbunyi semua berhamburan keluar untuk memanjakan perut mereka. "Pesen apa?"tanya Ale ke Raina. Mereka menjadi lebih dekat semenjak Ale mengantarkan Raina pulang ke rumah. "Samain aja biar gampang,"jawab Raina. "Nana doang nih yang lo tanyain? kita-kita enggak?"tanya Rehan dengan mengangkat aatu alisnya. "Kalau mau pesen sendiri,"ucap Ale cuek. Ale segera beranjak dari tempat duduk dan mulai memesankan makanan untuknya dan juga untuk Raina. "Sabar han orang pdkt mah beda,"sindir Cika namun yang di sindir malah gak paham. "Siapa yang PDKT?"tanya Raina polos. "Ada,masak lo gak tau?"tanya Gita menggoda Raina. "Enggak,"jawab Raina dengan polosnya. "Oh iya gue lupa mau tanya,cabe yang kemarin itu siapa sih namanya?"tanya Raina. "Oh Ines dkk maksut lo?"ucap Ona. "Iya kali"jawab Raina. "Nih makan,"ucap Ale tiba-tiba lalu duduk di dekatnya. "Ngapain tanyain mereka?"tanya Ale. "Gak ada cuma mau mainan aja sama mereka,"jawab Raina santai. Ucapan polos yang keluar dari mulut Raina membuat teman-temannya adu tatap seperti,mau ngapain lagi pikir mereka. BRAKK Belum ada semenit ngomongin tu human,panjang umur karena datang tiba-tiba batin teman-temannya Raina. "Hai tante,"sapa Raina antusias seperti anak kecil yang mendapatkan permen. Mereka yang melihat Raina seperti itu hanya terkekeh gemas. "Berani ngatain gue tante hah?"bentaknya. "Gak usah ngegas dong,ngomong baik-baik bisa kan?" "To the poin. Ngapain lo di sini lagi?"ucap cabe itu dengan muka songong. "Makan,"jawab Raina polos bahkan terlampaui polos membuat mereka yang melihat menahan gemasnya. "Gue gemes sama nih bocil,"ucap Revan dan diangguki yang lain. "GAK USAH SOK POLOS b*****t!"bentak Inez yang membuat Raina terkejut tapi setelah itu Raina malah ketawa terbahak-bahak. "BHAHAHAHAHA BEDAK LO ANJIR,RETAK TUH.MUKA UDAH KEK BONGKAR PASANG,"ucap Raina membuat gelak tawa dari seluruh kantin. Dan benar dong,Inez langsung cabut setelah mengecek mukanya lewat ponselnya. "KAKK ITU GINCUNYA JUGA KURANG TEBEL,"teriak Raina yang masih dalam mode ketawanya. "Nih minum dulu,"ucap Ale yang sudah berhenti dari ketawanya. Raina hanya menganggukkan kepalanya lalu meminum es teh manisnya. "Gila lo Na berani banget bikin anak orang malu di depan umum,"ucap Gita tak habis pikir dengan teman ajaibnya ini. "Masih mending daripada baku hantam pasti mereka kalah juga. Jadi adu bacot aja lah,"ucap Raina terkikik geli. "Emang lo gak takut kalau lo di panggil pak jambul? Dia anaknya pak jambul loh?"ucap Rehan yang ingin menakut-nakutin Raina. "Kan ada kalian. Lagian kalau pak jambul doang mah kecil,"ucap Raina songong. "Songong mode on,"ucap Gara meraup mukanya. "Gara tangan lo bau t*i! Jangan pegang pegang gue,"ucap Raina kesal. "Buset dah nih anak kalau ngomong suka pedes ya,"ucap Gara sedangkan yang lain sudah ketawa melihat raut muka pasrah Gara. "Punya adek kek Raina enak kali ya?"ucap Rehan. "Heem,setiap hari di kasih bacotannya. Lo di jamin kenyang,"ucap Ona tertawa. "Bacotan gue berfaedah,bisa menyadarkan manusia yang sesat,"ucap Raina. "Lo punya saudara gak sih Na?"tanya Hengki. "Enggak. Gue kan anak tunggal,"ucap Raina dengan nada ragunya. "Nada lo ragu gitu? Lo beneran gak punya saudara?"tanya Ale. "Iya bener." Tak terasa bel masuk untuk pelajaran selanjutnya sudah berbunyi. "Masuk kuy,udah bel nih,"ucap Hengki. "Mager deh pelajaran bu Santi bikin ngantuk,"ucap Gita lesu. "Sejarah?"tanya Raina yang diangguki mereka. "Bu Santi bukannya guru killer yang tadi kan?"tanya Raina. "Masuk ajalah dari pada kena bacotan tuh guru,"saran Gara. "Nghokeii,"jawab mereka. *Kelas* "SIANG NAK ANAK,"ucap guru itu. "Siang,"jawab mereka lemas. "Lemes aja tuh suara,belom makan?"sindir bu santi. "Bacot bener dah tu guru,ngajar tinggal ngajar kali,"gumam Ona. "Mulutnya gatel kali Na makannya gitu,"jawab Raina tertawa kecil. "Baiklah sekarang kita akan mempelajari tentang Perkembangan Faham Faham di Dunia.Kalian tau apa saja Faham Faham di Dunia bla bla bla bla"ucap bu santi yang menerangkan. Tanpa mereka tau seorang gadis imut,polos yang terkadang bar-bar sudah menelungkupkan mukanya kemeja dan tidur karena malas mendengarkan ocehan gurunya. "Gimana paham?"tanya guru itu. "Enggak,"jawab mereka kompak dan bu santi menghembuskan nafasnya kasar. "Kalian mau di jelasin 10x pun juga gak akan paham,"ucap guru itu sinis. "Bentar-bentar kok ada yang kurang. Si boncel kemana kok gak ada suaranya?"ucap bu Santi mencari anak didik yang bar-bar itu. Tak sengaja matanya melihat cewek imut dan cantik sedang molor di meja urutan ke tiga. "Enak ya tidur?"ucap guru itu menghampiri Raina. "BANGUN!"gebrak bu santi sambil membentak agar bangun. "Eunghh,berisik!"ucap Raina yang masih belum sadar keberadaan guru itu. "Na,lihat deh samping lo siapa?"suruh Ona. Dengan malas Raina melihat kesamping dan mata mereka bertemu. "Astaga ratu medusa kenapa di sini?"ucap Raina terkejut. "Kamu ngatain saya?"bentak guru itu. "Ehh gak bu saya khilap,"ucap Raina mengangkat jari telunjukdan tengahnya tak lupa puppy eyesnya agar orang tak memarahinya. Dan benar saja guru itu luluh dengan puppy eyes Raina yang indah itu. "Jangan ulangi lagi,"ucap guru itu lalu mengelus kepala Raina berbanding terbalik dengan teman sekelasnya yang melongo melihatnya "Huh aman,"ucap Raina. Jam pulang sekolah sudah berbunyi sepuluh menit yang lalu.Tapi anak 11 IPS 2 belum pada pulang karena mereka akan ke tempat nongki langgganan mereka. "Kalian mau kemana?"tanya Raina. "Ke tempat nongki,lo mau ikut?"tanya Gara. "Ikut aja Na,lo kan belum pernah kesana,"saran Cika. "Boleh deh,daripada gue di rumah sendirian." Sekarang mereka sudah sampai di mansion yang besar dan megah bergaya Australia.Raina takjub melihatnya. "Ini istana?"ucap Raina polos lalu tertawa seperti anak kecil dan lagi lagi mereka di buat gemas oleh tingkah cewek di depannya. "Ini mansionnya Revan sama Rehan,"ucap Ale yang di mengerti Raina. "Jadi kalian nongki nya di sini?"tanya Raina. Sebenarnya Raina ini masih tergolong anak dari keluarga mampu,karena melisa mendapatkan harta dari mendiam suaminya jadi kehidupan mereka bisa di bilang mampu. "Yaudah yuk masuk,"ucap Rehan yang merangkul pundak Raina. "Gak usah pegang-pegang,"ucap Ale menyingkirkan tangan Rehan dengan keras. "Lo sih,ada pawangnya malah modusin ceweknya,"ucap Ona mengompori. "Udah ayo masuk,"ucap Rehan. Lalu mereka masuk dan duduk di ruang tamu dan di isi canda ria dari mulut Raina. "Ehh ada kalian,"ucap perempuan paruh baya yang datang bersama suaminya. "Iya mom,barusan pulang mom?"tanya Revan. "Iya,kalian udah makan?"tanya mommy Revan. "Udah,"ucap mereka. "Belom,"jawab Raina polos. "Anjim ni anak gak ada jaim- jaimnya,"dengus mereka berbeda dengan Revan dan Rehan yang terkekeh melihat kejujuran cewek ini. Mommy dan daddy yang mendengar jawaban berbeda dari suara cewek pun mencarinya. Degg... Mommy terdiam sebentar karena melihat muka Raina yang sama persis seperti saat diri remaja daddy pun sama terkejutnya tapi ia menormalkan mukanya kembali. "Tante kenapa?"tanya Raina. "E-enggak kok.Kamu teman baru mereka?"tanya mommy. "Iya tante,"jawab Raina tersenyum manis. "Senyuman itu,"gumam daddy sambil menatap istrinya yang juga sedang menatapnya. Rehan dan Revan yang melihat perubahan raut muka mommy dan daddynya pun menjadi bingung. "Mom,dad kalian gak papa?"tanya Rehan curiga. "Iya gak papa,"ucap daddy. "Kamu belum makan nak,mau makan sama tante?"ajak mommy Revan dan Rehan. "Mau tante,Raina laper.Mereka gak ngasih makan Raina,"ucap Raina melirik teman temannya yang sudah menatapnya tajam. Lucnut lo batin mereka kesal. "Yaudah yuk makan sama tante,tante masakin makanan buat kamu,"ucap mommy. "Boleh?"tanya Raina antusias. "Boleh dong,"ucap mommy gemas. "Kalian gak mau makan juga?"tanya mommy yang di sambut gelengan oleh mereka. "Yaudah,"jawab mommy. "Mereka jaim tan,aslinya mah laper,"ucap Raina membuat teman temannya ingin membuangnya ke laut. "Gue karungi juga lo cill,"ucap Rehan. Namun sang empu hanya terkikik geli melihatnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD