-HAPPY READING-
Raina sudah siap untuk berangkat kesekolah.Dan saat ini ia sedang menunggu taksi yang biasanya lewat di depan rumahnya,namun sepertinya hari ini dewi fortuna tidak berpihak kepadanya.
"Aduh udah jam segini kok gak ada yang lewat,odong odong gitu gak papa kok,"gumam Raina.
Tin tin
Raina terkejut lalu menoleh asal suara,dia apal dengan motor itu lalu tersenyum manis.
"ALEE UNTUNG LO LEWAT SINI,"ucap Raina antusias membuat Ale tersenyum tipis di buatnya.
"Gue sengaja lewat sini,"ucap Ale.
"Hah,gimana-gimana?"tanya Raina.
"Gue mau jemput lo.Kita berangkat bareng Na,"ucap Ale berusaha membuat Raina paham.
"Oh oke-oke,thanks,"ucap Raina santai.
Gak baperan batin Ale.
"Ayo jalan!"ucap Raina.
"Iya,"jawab Ale.
???
Sesampainya Raina dan Ale di sekolah,mereka jadi bahan gibahan,tapi bukan Raina atau Ale namanya kalau mendengarkan bisikan mereka.
"SELAMAT MORNING SEMUA.RAINA COME BACK SCHOOL,"teriak Raina membuat mereka yang di kelas terkejut.
"Cil,masih pagi gak usah teriak teriak,"tegur ketua kelas,Gara.
"Maaf pak ketu,dedek khilap,"ucap Raina.
"Jijik bege,"ucap ona menjitak kepala Raina.
"Percayalah gue lebih jijiq pakai q biar beda,"ucap Raina.
"Bodo amat Na bodo amat,"ucap ona dan kawan-kawan yang malah membuat Raina terkikik geli.
"Btw lo bareng Ale?"tanya gita.
"Hooh,"jawab Raina sembari membuka bungkus permen karet kesukaannya.
"Tumben si raja cuek mau ngajak bareng cewek,mana cewek modelan ulet bulu,"ucap Cika membuat Raina mendelik.
"Kok ulet bulu sih Cik?"ucap Raina.
"Lo kan gak bisa diam,"ucap mereka kompak.
"Gak papa deh ulet bulu kan comel,"ucap Raina dengan senyum kemenangan.
"Comel your head,"ucap gita lalu mencubit pipi cubby Raina.
"Udah woy kendor lama-lama nih pipi,"ucap Raina mengelus pipinya yang mulai memerah.
"Lagian jadi orang gemesin,jadi pengen jitak kan,"ucap Ona.
Ucapan Ona tak di gubris sama sekali karena Raina sedang asik bermain permen karetnya.
"Hahaha di cuekin lo,"ucap cika dan gita tertawa.
Ona hanya mendengus sebal,untung gemes pikirnya.
"Woyy mau ikut gak,main tebak gaya nih,"ucap hengkim
Raina dkk menatap saru sama lain lalu tersenyum.
"IKUTT"teriak mereka kompak
Lalu mereka duduk dengan benar dan mendengarkan clue dari Gara.
"Jadi gini,kalian peragain gerakan dari teman kalian ke orang yang di belakang lo,tapi jangan pakai suara.Nah bagian terakhir itu yang jawab kan,nah gue kasih waktu sepuluh detik buat jawab lebih dari itu di diskualifikasi,paham gak,"ucap gara.
Mereka bermain ini karena saat ini jam pelajaran pak somat,dan mereka hapal kalau pak somat gak akan masuk kedalam kelasnya jadi mereka gunain untuk bermain game.
"Gue dulu ya,"ucap Revan.
Revan---Raina---Gara----Gita----Hengki
Tebak gaya=Burung terbang Kelinci melompat.
Revan membaca cluenya dan mendelik bagaimana cara menggayakan kelinci pikirnya.
"Mana bisa yang belakang?"ucap Revan ke Ona yang membuat klue barusan.
"Ya mana gue tau,sepintar pintar lo lah,"ucap Ona menahan tawanya.
Revan memperagakan burung terbang lalu bagian kelinci melompat kenapa jatuhnya kayak dugong terdampar sih.
"BHAHAHAHA LO NGAPAIN GITU SIH?KEK DUGONG"ucap Raina ketawa melihat gaya revan.
"Gue juka ngasal njir,sepintar lo lah,"ucap revan pasrah.
Raina memperagakan gerakan yang ia lihat barusan ke Gara dengan muka menggemaskan,sampai gara tak tahan untuk tidak mencubit pipinya.
"Jangan di cubit,itu gerakannya,paham gak?"ucap Raina menahan tawanya.
"Apaan gerakan lo kek sasuke kemasukan roh njir?"ucap Gara terkekeh.
"Ya kan gue ngikutin revan,"ucap Raina menyengir.
Gara membalikkan badan lalu menepuk Gita dan memperagakan gerakan yang tadi iya lihat.
"Ini ngapain hahaha kok kayak setan kesurupan?"ucap gita ketawa.
"Setan kesurupan setan gimana caranya woy?"ucap gara tak habis pikir.
Sedangkan yang lain sudah tertawa karena permainan mereka.
"Contohnya lo,"ucap Gita lalu membalikkan badan dan memperagakan gerakannya ke Hengki.
"Muka lo git,udah kek jamur kepanasan,"ucap Hengki cengo melihat raut muka Gita.
"Gue cekek lo,cantik gini lo katain jamur,"ucap Gita tak terima.
"Ki,tebak 10 detik dari sekarang,"ucap Ona.
"Apaan anjir,burung terbang jatuh terdampar,"tebak hengki.
"Salah!"ucap ona.
"Kok salah?"tanya Raina.
"Yang bener,Burung terbang Kelinci melompat,"ucap Ona.
"REVAN GERAKAN LO BEDA JAUH KELINCI KOK GELEPAR,"geram Raina.
"Ya kan gue udah bilang tadi,kelinci gimana gayanya terus Ona bilang sepintar pintar gue,"ucap revan geli sendiri.
"Udah-udah lanjut sekali lagi,"ucap Ona.
Sekarang yang paling depan adalah Raina dan Paling belakang Revan.
Tebak gayanya=Ular berenang Ikan merayap.
Raina membaca cluenya nya lalu menatap syok ke Ona.
"Ona,lo ngerjain gue ya?"ucap Raina memelas.
"Gak,ini lebih gampang dari yang pertama kali Na,"ucap ona tertawa.
"Gampang apanya?"gumam Raina lalu memperagakan gerakannya.
Gara menahan tawanya melihat gerakan Raina yang saat lucu di tambah mukanya yang lagi kesal.
"Kek gaya kecacingan njir,"ucap gara terkekeh?
Sampai akhirnya ke Revan.
"tebak van 10 detik dari sekarang,"ucap ona.
"Ini apa lagi ya tuhan,goyang bang jali?"jawab Revan.
"BHAHAHHA jauh banget anjir,"tawa Raina.
"Heh itu yang paling depan,lo bikin gerakan kek kurang obat njirr,"ucap Revan ngegas.
"Dih lo aja yang gak bisa nangkep,"ucap Raina yang masih ketawa.
"Yang bener itu,ular berenang Ikan merayap,"ucap Ona.
"b**o bener.Pantesan gerakan Nana kek kurang obat yang bikin clue aja ngerjain,"ucap gita membuat ona ketawa.
"HEH KALIAN BUKANNYA CARI GURU MALAH BERISIK,"ucap seorang guru mengejutkan permainan mereka.
"Tuh guru ganggu aja,heran gue,"ucap Raina yang masih di dekat Ale membuat ale terkekeh.
"DIAM AJA KALIAN.MEMGGANGGU KELAS LAIN,"teriak guru itu lagi.
"Ibu juga mengganggu kita loh,dengan teriak-teriak gitu,lagian ini kelas kan pintunya di tutup mana bisa ganggu kelas lain sih?"ucap Raina santai.
"Ngejawab aja kamu,"ucap guru itu.
"Gila tu mata mau copot apa gimana?"gumam Raina yang masih bisa dengar mereka sampai mereka menahan tawanya.
"Udah ya bu,kita udah diam,sekarang ibu ngajar aja sana,"ucap Raina dengan muka polosnya.
"Kamu ngusir saya?"bentak guru itu.
"Slowy slowy,jangan marah marah bu nanti bedaknya retak,"jawab Raina.
Guru itu seperti kemakan omongan Raina lalu memegang mukanya dan berkata, "untung kamu ingetin,ini bedak mahal tau,"ucap guru itu lalu pergi dari kelas itu
"Bedak kek ondel-ondel aja bangga,"ucap Raina di susul tawa mereka.
"Bener bener lo cil,"ucap Rehan sembari mengelus kepala Raina seperti adiknya sendiri.
"Btw han,lo sama Reina kok mukanya hampir mirip sih ya enggak mirip banget sih,"ucap cika.
"Iya sama Rehan juga,kalau orang ngelihat di kira kaliak saudara loh,"ucap gita.
"Raina kan emang cantik jadi di samaim sama siapa aja cocok mukanya,ya gak Le,"ucap Raina menggeplak tangan Ale
"Kecil kecil pedes juga geplakannya,"ucap Ale membuat mereka tertawa.