PART 3 •GARA GARA CABE•

1003 Words
-HAPPY READING- Bel istirahat sudah berbunyi.Setelah sesi perkenalan,Raina dan yang lainnya menuju kantin bersama sama. Sudah biasa bagi mereka menjadi bahan tontonan ataupun bahan omongan satu sekolahnya. Apalagi kehadiran Raina membuat perkumpulan mereka menjadi lebih seru dan berisik. Raina sangat suka dengan kelas dan teman barunya,mereka sangat solid tanpa harus bergeng-gengan. "Rain,"panggil Gita. "Rain di kira gue hujan,"ucap Raina membuat Gita menyengir. "Iya-iya. Raina lo ngerasa gak kalau Rehan sering ngelihatin lo? mana tatapannya gak slow lagi,"ucap Gita. "Mana gue tau gue kan ikan,"jawab Raina santai. Raina memang anak yang terkenal cuek jika itu tidak penting bagi dirinya. "Gue bogem juga lo lama-lama,"ucap Gita gemas dengan teman barunya. Raina hanya tertawa kecil karena berhasil membuat kesal teman satunya itu. "Raina,gak enak banget njir,kita manggil lo Nana aja gimana,atau rai?"tanya Ona. "Nana ajalah. Rai kayak cowok,"saran Cika. "Terserah lo pada,"jawab Raina yang sedang menjawab sapaan yang tertuju untuknya. Lalu mereka duduk di meja khusus yang memang sudah menjadi langganan kelas 11 IPS-2.Raina juga baru tahu jika mereka punya meja sendiri di kantin. "Mau pesen apa?"tanya Gita. "Samain aja biar gampang,"jawab Ona dan Raina kompak. "Siap,"ucap Gita lalu pergi memesan makanannya bersama Gara. Saat mereka asik-asiknya makan,tiba tiba geng cabe datang dan menumpahkan minumannya ke seragam Raina. "Upss sengaja,"ucap cabe itu. Saat Raina melihat teman-temannya akan memarahinya,Raina mengangkat tangannya memberi kode untuk diam di tempat. "Ekhmm.Ngapain lo cari masalah sama gue?"tanya Raina songong. Sifat bar-barnya akan keluar seketika saat ada orang yang mengganggu dirinya. "Pelajaran buat lo karena lo dekat dekat sama prince gue,"ucap cabe itu. Raina yang mendengar jawaban cabe itu pun tertawa keras sampai satu kantin menatapnya. "Gue kira cuma b**o tapi ternyata juga gila,"ucap Raina telak. "Maksud lo apa hah?"ucap cabe itu tak terima dengan ucapan pedas yang Raina lontarkan. "Iya lo gila.Mereka aja ogah tuh di deketin sama lo,tapi lo dengan gamplangnya bilang mereka prince lo,halu lo ya?"ucap Raina membuat teman-temannya menahan tawa melihat kebar-baran Raina. Bar-bar juga ternyata nih bocil batin teman teman Raina. "Berani lo ngomong gitu ke gue?"bentak cabe itu ke Raina agar Raina merasa takut. "Ihh kalau ngomong gak usah pake kuah dong. Bau sampah tau,"ucap Raina mengelap mukanya. Tawa mereka keluar sudah mendengar ucapan polos dari seorang Raina. Plakk Cabe itu menampar Raina karena ia sudah sangat tersulut emosi. "Jangan ikut campur. Gue gak papa,"ucap Raina saat melihat Rehan ingin membalas kelakuan cabe itu. Raina maju selangkah lalu memukul tulang betis cabe itu. "Akhhh,sakit b**o!!!"ucap cabe itu meringis kesakitan. "Maaf tan,sengaja,"ucap Raina dengan muka polosable nya membuat orang orang gemas dengannya. "Awas lo gue balas,"ucap cabe itu lalu pergi di bantu dayang-dayangnya. "Gue tunggu tante,"ucap Raina tertawa seperti anak kecil. Lalu Raina duduk dan menatap muka para teman temannya yang masih melongo. "Kenapa?"tanya Raina polos. "Astaga cill tadi pertunjukan bagus banget anjir,"ucap Gara takjub dengan kelakuan berani Raina. "Gak nyangka gue,kecil kecil gini bar- bar juga ternyata,"ucap Hengki. "Lo cewek pertama yang berani sama ratu bullying tau gak cill,"ucap Cika. "Iya,bener tuh lo bakal trending,"ucap Ona. "Udah biasa gue ngadepin kek cabe giling.Gue udah lima kali di keluarin dari sekolah dalam waktu lima bulan gara-gara masalah sepele,"ucap Raina santai. "WANJIRRR GAK NANGGUNG NANGUNG,"teriak mereka membuat Raina terlonjak kaget. "Gue suka nih yang begini,damagenya gak ngotak,"ucap Gara. "Alay lo,"ucap Raina membuat gara mengelus dadanya sabar. Manis batin seseorang yang menatap Raina secara diam-diam. Sudah saatnya pulang,dan Raina sedang bersiap siap mengemasi barang barangnya ke dalam tas. "Na,pulang bareng siapa lo?"tanya gita. "Gak tau,naik ojek kayaknya"jawab Raina. "Bareng gue sama Cika mau?"tanya Gita. "Atau bareng gue,gue di jemput supir gue"ucap Ona. "Gak usah.Gue bisa pulang sendiri kok,lagian arah kita berlawanan"ucap Raina tak mau merepotkan teman-temannya. "Bener nih?"tanya Gita memastikan. "Iya beb,"ucap Raina. "Yaudah kita balik duluan ya,assalamualaikum"pamit Gita. "Hati hati,waalaikumsalam"jawab Raina tersenyum. Lalu Raina keluar dari kelas dan menuju halte,menunggu taksi atau angkutan umum yang lewat. Tak lama dari itu,ada motor yang berhenti di depannya. "Naik!"ucap orang itu. "Gak,"jawab Raina. "Gue bukan orang jahat,"ucap orang itu lalu membuka helmnya. "Ale?"gumam Raina. Nalendra Viandra Gavriel yang biasa dipanggil Ale adalah laki laki yang cuek namun tidak dingin,tapi sikap kecuekannya itu membuatnya susah untuk di dekatin perempuan. "Naik,gue antar lo balik,"ucap Ale. "Nghokey,"jawab Raina tanpa basa basi lagian lumayan kan ia dapat tumpangan jadi uangnya selamat untuk beli album incarannya "Gue bukan mau centil atau gimana ya,tapi ini tinggi banget loh Le,"ucap Raina menatap motor Ale. "Pegang pundak gue buat pegangan,"ucap Ale? Raina mendengarkanm ucapan Ale.Setelah dengan mulus ia duduk di jok motornya,Ale masih diam di tempat. "Jalan le,"ucap Raina. "Pegangan,gue gak mau lo jatuh ya,"ucap Ale. Raina pun memegang erat bagian samping jaket Ale,tapi Ale dengan tiba tibanya menarik tangan Raina dengan posisi memeluk. "Gue gak mau nanggung resiko,"ucap Ale sambil mengelus lembut tangan Raina? "Iya-iya cepetan udah sore"ucap Raina. Ale melajukan motornya dengan kecepatan sedang,entah kenapa ia ingin berlama-lama dengan Raina,nyaman itulah yang iya rasakan sekarang. "Pertigaan lurus aja le,"ucap Raina memberi arah pada Ale yang hanya di balas deheman oleh Ale. "Lo tinggal sama siapa?"tanya Ale yang melihat rumah Raina sepi. "Sama bunda,"jawabnya santai sambil membenahi rambutnya. "Lo gak takut?"tanya Ale membuat Raina menatapnya dengan muka polosnya. "Takut apa?"tanya Raina polos. "Setan,"jawab Ale. Raina hanya menganggukan kepalanya mengerti. "Enggak,mereka yang takut sama gue,"ucap Raina. "Kok bisa?"tanya Ale sedikit tersenyum. "Minder lihat gue lebih cantik dari dia,"jawab Raina dengan ketawa kecil membuat pipi cubbynya menggembung. "Gemes,"ucap Ale mencubit pipi Raina. "Gue balik ya. Lo langsung masuk aja,"ucap Ale. "Siap pak bos,"jawab Raina dengan senyum lucunya. "Assalamualaikum,"pamit Ale. "Waalaikumsalam,"jawab Raina lalu masuk ke dalam rumahnya. Setelah mandi dan bebersih,Raina mengecek ponselnya dan pasti ada saja notif yang tak pernah absen. "Gini nih kalau orang cantik,"gumam Raina songong. BONCEL SQUAD Ona Anjir siapa yang ganti tuh? Gita Udah ketebak ini mah,siapa lagi kalau bukan cika Nana Makhlumi guys,cika suka yang boncel" Cika Atas gue gak ngaca Nana Gue gak boncel ya cuma gue itu dalam masa pertumbuhan Ona Mohon maaf di larang body shaming beb Gita Bener tuh?walau aslinya bener Nana Wanjirr yg kalian lakuin itu jahat Gara Nyimak Ale 2 Hengki 3 Satriya 4 Revan 5 Rehan 6 Odi 7 Nana Giliran copas aja keluar Ona 2 Cika 3 Gita 100 Gara Atas gue goblok Gita Sesama g****k jangan sok keras Nana Savage gak tuh Ona 2 Cika 3 Read
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD