Happy reading-!!
Hari berganti hari bulan berganti bulan. Tak terasa sudah tiga bulan Raina sekolah di Shaimond High School. Sejauh ini masih aman-aman saja belum ada yang mengusik dirinya.
"Na,kantin kuyy,"ajak Ona.
"Ayok. Udah laper ni,"ucap Raina sambil mengelus perutnya yang rata.
"Lo mah kapan gak laper,"ucap Cika memutar matanya malas.
"Betul tu. Heran gue itu perut apa karung dikit dikit makan dikit dikit nyemil tapi badan tetep se uprit,"ucap Gita ketawa membuat Raina cemberut.
"Mulut lo di kondisikan. Kecaplok hantu samson mampus!"ucap Cika meraup muka Raina.
"Cika tangan lo bau azab jadi jangan pegang pegang deh,"ucap Raina nenatap Cika tajam, yang malah di balas tawaan oleh mereka bertiga.
"Udah ayok nanti keburu rame kantinnya"ucap Gita melerai sebelum terjadi adu mulut yang membuat kuping mereka panas.
Di sepanjang lorong kelas,banyak yang mencoba menggoda Raina,entah kakak kelas ataupun adek kelasnya namun hanya di hiraukan Raina.
"Gilaa fans lo banyak juga cil,"ucap Cika.
"Biasa,orang cantik ya gini,"ucap Raina pd.
"Pd gila ni anak,di puji langsung besar tu kepala"ucap gita sambil mencubit pipi cubby Raina.
"Biarkan dia berkembang kawan,"ucap ona tertawa.
"Gue terzholimin di sini,ku mau pulang,"ucap Raina mendrama.
"Jijik anjir!!"ucap Ona dkk kompak.
Sang pelaku hanya menyengir tak berdosa melihat teman temannya bergidik ngeri.
Saat Raina dkk sudah sampai di pintu kantin,mereka di cegah oleh inez dkk.
Ini tante mo ngapain sih batin teman teman Raina
"Minggir!"ucap Raina santai dan melipat tangannya di d**a.
Mode songongnya keluar ni batin Ona dkk senang.
"Enak aja mau ngapain lu kesini ha?"ucap inez ngegas.
Sabar jangan ngegas dulu Na batin Raina tersenyum kecil.
"Mau makan lah gak mungkin mau jualan otak,"ucap raina polos.
"s****n,berani lo sama gue?"ucap Inez mendorong tubuh Raina namun karena keseimbangan Raina bagus jadi raina tidak kepelanting.
"Segitu doang kekuatan lo?"tanya Raina dengan smriknya.
"Lo tau gak? kalau gue laper terus ada yang ganggu ketenangan gue,siap siap jadi samsak,mau?"lanjut Raina tenang namun membuat mereka yang mendengar menjadi merinding di buatnya.
"Banyak bacot lo,sekarang pergi dari sini gue tau lo mau deketin Ale dkk,murahan"ucap inez membuat kesabaran Raina habis.
Plakk
Raina menampar pipi Inez dengan kencangnya sampai beberapa siswa terkejut melihatnya.
"Ulangi!"ucap Raina dingin
"M-murahan"ucap Inez yang gugup karena iya merasa salah mencari lawan
Raina mengangguk lalu tersenyum,bukan senyum manisnya tapi senyum devilnya.Tanpa aba-aba,Raina menarik seragam Inez dan menyebabkan dua kancing seragam itu lepas.
"Murahan mana sama lo? yang setiap malam di nikmati sama om om di luar sana?JAWAB b***h"bentak Raina.
Mereka semua juga terkejut melihat banyak kissmark di bagian tubuh Inez.Mereka tak menyangka bahwa ada perempuan seperti itu di sekolah ini.
Inez hanya bisa menangis,berbeda dengan dayang dayangnya yang sudah berkeringat dingin karena ditatap oleh Raina.
"Kenapa?mau gue buka juga,biar semua tau kalau kalian ini perempuan murahan hm?KALAU MURAHAN JANGAN TERIAK MURAHAN DONG!!"ucap Raina lalu memasuki kantin bersama teman temannya yang masih cengo dengan kelakuan bar bar bocilnya ini
"Anjir. Raina kalau udah savage langsung victory,gak nanggung nanggung"ucap Gara yang sudah duduk di depan Raina dkk dan diikuti lainnya
"Iya anjir,keren lo Na,btw lo tau dari mana kalau mereka itu hmm perempuan gak bener?"tanya rehan
Raina menatap mereka semua lalu tersenyum manis.
Belum saatnya kalian tau siapa gue sebenarnya batin Raina.
"Gak sengaja lihat cupang di lehernya,terus gara gara gue udah habis kesabaran yaudah mau gak mau gue lakuin ini,biar mereka tau rasa"ucap Raina santai sambil tersenyum manis.
"Kecil kecil cabe rawit"ucap Ona.
"BIAR KECIL TAPI GESIT,"sambung yang lain kompak lalu mereka tertawa bersama.
"ya dong,Raina kok dilawan"ucap Raina sambil menepuk dadanya.
Mode songongnya mulai lagi batin mereka memutar matanya malas.
"Oh iya habis ini kita ke rumah si kembar lagi kuyy,ngadem"ucap Gara.
"Ngadem apa mau numpang makan"sindir Raina.
"Dua-duanya si kalau boleh"ucap gara nyengir.
Pletakk
"Awss..kok lo jitak sih van"ucap gara mengaduh karena dijitak Revan.
"Rumah gue bukan penampungan anak kurang gizi kaya lo ya"ucap Revan pedas.
"Wanjir kurang gizi gak tu"ucap mereka tertawa.
"Gue aja terus,gak papa gue sabar orang sabar di sayang Raina"ucap Gara.
"Bilang apa lo?"ucap Ale menatap tajam gara.
"Canda bos,udah erupsi aja baru juga gitu"ucap gara menyengir.
Mereka hanya tertawa melihat kepanikan di muka Gara berbeda dengan si kecil Raina yang bingung dengan topik mereka kali ini.
Gue cantik gue diem batin Raina.
"Lo kok diem aja Na?biasanya paling nyerocos kalau soal menistakan"tanya gita.
"Gue gak paham yang kalian omongin"ucap Raina menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Gak peka ternyata,sabar ya Le"ucap Cika mendrama yang di balas deheman dari Ale.
"Ale kenapa?"tanya Raina.
"Kasian,cewek yang di taksirnya gak peka"ucap Cika terkekeh.
"WOAHH ALE SUKA SAMA SIAPA EMANGNYA??"tanya Raina heboh membuat mereka yang di meja menepok jidatnya.
Ale hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar dan menatap Raina lembut.
"Gak usah di dengerin,mereka ngada ngada"ucap Ale mengelus kepala Raina lembut karena emang dirinya yang duduk dekat dengan Raina.
"Ekhmm,gass teross"ucap teman temannya memberi semangat.
"Ohh oke"ucap Raina lalu mengunyah permen karet kesukaannya.
"Nanti lo ikut kan Na?"tanya Ona.
"Kemana?"jawab Raina.
"Kerumah si kembar"ucap gita.
"Boleh lah,bunda juga pulang malem agaknya,daripada gue sendirian mending gue ikut"ucap Raina yang di angguki mereka.
Bel pulang sekolah berbunyi,semua siswa siswi berhamburan untuk pulang kerumah masing masing.
"Nana sama gue,kalian duluan aja"ucap Ale.
"Mau ngapain?"tanya Ona curiga.
"Kepo lo,nanti gue nyusul sama Nana kalian duluan aja"ucap Ale menggenggam tangan Raina dan meninggalkan mereka semua.
Raina hanya diam karena bingung,mau di bawa kemana dirinya.
"Kita mau kemana si Le?"tanya Raina bingung.
"Kesuatu tempat"ucap Ale tersenyum lembut yang hanya di balas anggukan dari Raina.
Beberapa menit setelah itu mereka berdua sudah sampai di tempat tersebut.Raina bingung kenapa ale mengajaknya kesini.
"Makam?kenapa kesini?"tanya Raina menatap Ale curiga.
"Ayo ikut"ucap Ale lembut lalu membawa Raina ke tempat gundukan tanah yang bisa di simpulkan salah satu keluarga Ale karena marga mereka sama "Gavriel".
"Ini siapa lo Le?"tanya Raina.
"Papa gue"ucap Ale lirih menatap nisan itu.
Raina yang paham perasaan Ale pun,mengusap lembut punggungnya mencoba memberi semangat untuk Ale.
"Assalamualaikum pah,Ale dateng lagi tapi kali ini bukan sama mama tapi sama wanita yang bisa buat aku buka hati untuk perempuan lain,papa mau kenalan?dia Raina pah.cantik,baik,imut,tapi pemberani kayak mama ya pah"ucap Ale yang mulai meneteskan air mata.
Bagaimana pun iya tetap seorang anak yang menyayangi keluarganya,kehilangan papanya membuat dirinya merasa kehilangan super heronya,hanya ada mamanya yang sekarang harus dia jaga.
"Ale,lo nangis?"tanya Raina menatap muka Ale dari samping.
"Enggak cuma kebawa suasana aja"ucap Ale tersenyum.
Tanpa banyak bicara Raina menghapus air mata yang ada di sekitar pipi Ale.
Ale pun tersentak namun ia tak menolak, malah tiba tiba Ale memeluk tubuh Raina.
"Ale lo gak papa kan?"tanya Raina menepuk nepuk pungggung tegap Ale pelan.
"Makasih ya,gue harap setelah ini lo selalu dekat sama gue,gue butuh sandaran Na,dan gue cuma mau tempat buat gue bersandar itu lo,boleh kan?"tanya Ale.
"Gue kira apa,ya boleh lah"ucap Raina terkekeh.
Ale pun senang dengan jawaban Raina dan tanpa sadar dia memeluk Raina tambah erat.
"A-ale g-gue gak bisa nafas"ucap Raina.
"Sorry sorry gue gak sengaja"ucap ale melepas pelukannya.
"Santai aja gue gak papa"ucap Raina tertawa kecil.
"Yaudah ayok kita ke rumah bang 2R,gue udah laper mau makan hehe"ucap Raina.
"Lo laper?mau cari makan dulu gimana,biar perut lo ke isi"ucap Ale.
"Gak usah gue mau makan masakan mommy aja,katanya kalau gue main lagi mau di buatin masakan yang enak,ihh gue jadi tambah laper bayanginnya"ucap Raina membuat Ale gemas melihatnya.
"Yaudah ayok"ucap Ale terkekeh lalu membawa Raina ke tujuan mereka yaitu mansion si kembar.
-mansion 2R-
"Assalamualaikum"salam mereka.
"Waalaikumsalam,loh kalian ayo masuk"ucap mommy 2R namun matanya mencari satu anak perempuan yang selama ini dia rindukan.
"Mom cari siapa?"tanya Rehan.
"Eum..itu Raina,dia gak ikut?"tanya mommy.
"Oh..ikut tapi nyusul sama Ale"ucap Rehan.
"Bener Raina ikut kesini?"tanya mommy semangat.
Rehan bingung melihat reaksi mommynya itu.
"Iya bener mom,kok mommy seneng banget?kenapa mom?"tanya Rehan.
"Gak papa mom cuma kangen sama dia,lucu anaknya"ucap mom beralasan.
"Iya mom bener,andaikan aku sama Revan punya adik kayak Raina pasti kita bakal seneng banget"ucap Rehan membuat hati momnya teriris.
Maafin mommy sayang,karena kebodohan kita kamu dan adikmu terpisah batin mommynya.
"Mom...maaf Rehan gak bermaksud gitu"ucap rehan yang baru menyadari ucapannya tadi.
"Enggak kok gak papa,masuk dulu gih biar nanti mom yang siapin cemilan buat temen temen kamu,sekalian nunggu Raina"ucap mommy.
"Iya mom"jawab Rehan lalu pergi ke kumpulan teman temannya.
Saat mommy akan masuk tiba tiba suara yang sangat iya kenal memanggilnya.
"Mommy"ucap perempuan itu membuat hati mommy 2R senang.
Sekian lama aku ingin merasakan dipanggil mommy sama anakku,dan hari ini aku mendengarnya batin mommy.
"Raina,sini peluk,"ucap mommy senang.
"Sehat kan mom?"tanya Raina tersenyum manis dan melepaskan pelukannya.
"Sehat dong,o ya masuk gih Ale masuk nak,gabung sama yang lain biar mommy yang bikinin cemilan buat kalian"ucap mommy 2R.
"Raina mau bantu,"ucap Raina senang.
"Bantu makan,"ucap mom dan Ale tertawa namun tidak dengan Raina yang cemberut.
"Yang bagian itu jangan di perjelas dong,"ucap Raina malu.
"Yaudah masuk dulu yuk!"suruh mommy diangguki Raina dan Ale.