PART 10 •PERIHAL KALUNG•

1192 Words
Happy reading-!! Raina dan Ale masuk ke dalam mansion si kembar.Mereka semua sedang berkumpul di ruang tamu sambil memakan cemilan yang di berikan oleh maid. "Halo epribadeeh,Raina yang gemoy ini kambek"ucap Raina dan mencari tempat duduk di antara si kembar. "Gue dengernya kambing masak,"ucap Gara pelan namun Raina masih bisa mendengar ucapannya itu. "Iya lo kambingnya,"ucap Raina santai sambil mengambil cemilan kesukaannya apalagi jika bukan permen coklat. "Bersih banget mulut lo?belum pernah gue cium ya"ucap Gara yang langsung mendapat jitakan manis dari Ale. "Mampus udah tau ada pawangnya,pake segala ngomong gitu"ucap Revan terkekeh. "Pawang?"ucap Raina bingung. "Anak tk mana paham"ucap Ona dkk yang membuat Raina menggerutu tak jelas. "Udah deh gue mau ke dapur bantu mommy aja dari pada di sini isinya dedemit,"ucap Raina lalu berlari menuju dapur sebelum mendapatkan amukan dari para singa betina dan jantan yang sedang kelaparan. "NANAAAA AWAS LO YA!!!"teriak mereka, "HAHAHAHAHA"tawa Raina selama menuju dapur. Karena dia tak melihat jalan gara gara asik dengan tawanya,tak sengaja Raina menabrak seorang laki laki bertubuh tinggi dan berkulit putih. Brukk "Awsss"ringis Raina menabrak d**a bidang itu. "Kalau jalan matanya di pake dong biar kaki ke arah yang bener masak se gede ini gak keliatan"ucap Raina kesal. "Ekhmm"dehem laki laki itu menatap Raina yang lebih pendek darinya. "Batuk lo?ekhmm ekhmm minum obat sana jangan sampai Raina ketularan ya,"ucap Raina garang dan menatap manik mata laki laki itu. Degg Kalung itu sama seperti kalung milik dia batin laki laki itu. "Apa lihat lihat?mau di congkel tu mata?"ucap Raina memicingkan mata yang mana malah terlihat menggemaskan di mata laki laki itu. "Berisik!"ucap laki laki itu dingin. "Mulut,mulut siapa? kenapa situ yang repot coba.Minggir gue mau lewat,"ucap Raina lalu berjalan ke arah dapur tanpa menatap laki laki itu lagi. Aku harus cari tahu secepatnya,apakah itu kamu dek?abang harap itu beneran kamu batin laki laki itu menatap lirih punggung raina yang mulai menghilang. "Ngeselin banget bukannya minta maaf malah ngatain,dasar laki laki"ucap Raina bergumam. Sesampainya di dapur raina melihat mommy si kembar sedang sibuk bersama maid maid lainnya. "Wihh jadi ke inget masa kecil,mainan masak masakan sama bunda hihi,"ucap Raina terkekeh kecil. "Mom,Raina bantu ya,"ucap Raina menatap binar bahan bahan di depannya itu. "Jangan sayang nanti kamu kenapa napa,kamu nunggu sama yang lain aja ya"tolak mommy halus. "No,Raina mau bantu mom"ucap Raina memaksa. "Oke,tapi hati hati jangan sampai kenapa napa,paham?"ucap mommy yang di angguki semangat dari Raina. Beberapa menit setelah itu brownis pun jadi saat akan di beri toping,mommy si kembar terkejut karena melihat Raina yang sedang asik memakan segala toping yang sudah di siapkan. "Gemes banget si,ini pipi apa bakpao?"ucap mommy terkekeh lalu mengambil tissu dan membersihkan kotoran di sekitar mulut Raina. Kenapa gue nyaman ya di dekat mommy,bahkan gue merasakan kehangatan seorang ibu padahal aku dapatkan itu dari bunda batin Raina. "Nah udah"ucap mommy si kembar membuyarkan lamunan Raina. "Brownisnya udah jadi mom?"tanya Raina. "Udah.Sekarang tinggal kasih toping sama di potong potong aja"ucap mommy. "Keju mom,yang banyak ya,Raina suka keju"ucap Raina. "Wahh sama dong,mommy juga suka banget sama keju"ucap mommy berbinar. "Iya kah?"tanya Raina yang di balas anggukan dari mommy si kembar. "Udah siap,sekarang boleh di bawa ke luar"ucap mommy. Raina menatap brownis itu nanar. "Kenapa sayang?"tanya mommy "Nanti di habisin sama mereka mom. Raina pasti gak kebagian,mereka kan tukang bersih bersih kalau ada makanan"ucap Raina cemberut. "Astaga hahaha mom kira apa,tenang nanti mom buatin lagi buat kamu kalau ini habis,oke?"ucap mommy. "Janji ya mom?"ucap Raina . "Iya janji"ucap Mommy tersenyum. "Sekarang ke meja makan dulu kita makan siang sama sama"ucap mommy. "Yess makan"ucap Raina semangat karena mendengar kata makanan. ada apa dengan keluarga ini? Kenapa rasanya aku dekat dengan mereka? batin Raina. "Aku harus cari tau,"guman Raina. "Cari tahu apa sayang?"tanya mommy bingung. "Hah? enggak kok mom,"jawab Raina tersenyum kikuk. Mereka semua pun sudah berkumpul di meja makan sembari menunggu kepala keluarga siapa lagi jika bukan daddy si kembar. Tak lama dari itu daddy si kembar pun sudah turun dan ikut bergabung ke meja makan,sebelumnya dia menyempatkan mengelus rambut panjang milik Raina dan di balas senyuman polos dari Raina. "Mari makan"ucap laki laki kepala keluarga itu dengan tegas namun masih lembut. Mereka semua makan dengan diam dan hening karena bagi mereka berbicara di depan makanan adalah hal yang tidak sopan. "Alhamdulillah"ucap mereka setelah selesai makan namun berbeda dengan Raina,dengan tidak malunya dan muka polosnya iya mengambil brownis yang tadi iya dan mommy buat lalu memakannya tampa memperdulikan tatapan gemas sekitarnya. "Itu perut apa tong sampah Na?belum kenyang lo?"tanya Gita melongo. "Kenyang,"ucap Raina namun ucapan dan kelakuan sangat berbeda di mana dia tetap asik makan. "Kenyang tapi masuh nyomot makanan lain,"sindir laki laki yang ia tabrak. Namun hal itu membuat orang yang mendengar kecuali Raina,terkejut.Karena tak biasanya laki laki itu mau mengeluarkan suaranya jika hal tidak penting. "Bang,itu tadi yang bicara bang Fasya ?gue gak salah denger kan?"tanya Revan cengo. "Nak,tadi kamu beneran yang bicara?"tanya mommy masih tak percaya. Ya,laki laki itu adalah Rafasya Shagufta Kavindra yang sering di panggil fasya oleh orang terdekatnya.Anak pertama dari keluarga Kavindra dan kakak dari si kembar.Fasya adalah laki laki yang dingin dan tegas kepada orang lain dan juga keluarganya semenjak insiden beberapa tahun yang lalu,namun di balik mata yang tajam tersirat kerinduan untuk seseorang di masa lalu. "Kenapa?"tanya Fasya bingung namun suara berubah jadi datar kembali. "E-enggak cuma kaget biasanya lo kan paling gak suka ngomong kalau itu gak penting bang"ucap rehan yang mulai angkat bicara. Fasya hanya menghendikan bahunya dan merasa bodo amat dengan keterkejutan mereka. "Kenyangnya,"gumam Raina yang menyadarkan mereka semua dari keterkejutan. "Anjir habis dong,kita gak lo sisain Na?"tanya gara melotot. "Gue gak sejahat itu kali,noh udah gue sendiriin bagian kalian ambil sendiri jangan manja"ucap Raina terkekeh. "Sabar,temen lo ini masih masa pertumbuhan"gumam ona dkk menatap tingkah Raina. "Btw itu suara ponsel siapa?"tanya cika. Mereka pun mengecek ponsel mereka sendiri sendiri namun tak ada panggilan masuk,akhirnya mereka semua pun menatap Raina yang masih asik dengan makanan lainnya. "Woy cil,makan mulu,noh ponsel lo bunyi"ucap Revan gemas. "Oh ponsel gue ya"ucap Raina lalu mengeluarkan ponselnya dan ternyata bundanya yang menelpon. "Raina angkat telpon dulu ya,jangan di ambil ya punya Raina"ucap Raina menatap tajam teman temannya yang di balas kekehan mereka. Raina pun mengangkat telponnya di ruang tamu. "Halo assalamualaikum bun"salam Raina. "Waalaikumsalam sayang,Raina hari ini bunda gak pulang karena ada urusan sebentar mungkin selama tiga hari,kamu baik baik ya di rumah jangan berantakin rumah,bunda sudah transfer uang jajan buat kamu"ucap bunda. "Kok lama banget si bun,Raina mau ikut aja,"ucap Raina lesu. "Gak bisa sayang,bunda cepat cepat"ucap bunda. "Tapi kan bun,raina gak suka di rumah sendirian apalagi tiga hari"ucap Raina mulai berkaca kaca. "Gak boleh cengeng,bunda pasti pulang sayang kamu boleh ajak teman teman kamu nginep di rumah tapi yang cewek cewek ya jangan cowok"ucap bunda. "Hmm iya deh iya"jawab raina lesu. "I love you anak bunda"ucap bundanya. "Mee too bun"jawab Raina lalu menutup teleponnya. Raina menatap ponselnya lirih. "Tumben bunda pergi selama itu gak ngajak gue,"gumam Raina. Tanpa seseorang tau bunda Raina sedang melakukan kemoterapi agar kankernya tidak berkembang,semoga ada mukjizat untuknya sehingga bisa sembuh dari penyakit ini. "Tuhan,jika memang aku harus kembali padamu,maka pertemukan lah anakku Raina dengan orang tua kandungnya.Aku gak mau melihat dia sendirian setelah aku pergi"ucap bunda sambil meneteskan air matanya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD