Bab 15. Menikmati Honeymoon Dadakan

1019 Words
Alvaro bersandar di kepala ranjang setelah percintaan panas bersama istrinya, dia tidak menyangka bisa sedekat ini dengan wanita yang dikenalnya kurang dari satu bulan. Alvaro memang gila, dia membuat keputusan di saat tidak sadar dan Andrea begitu juga, keduanya sama-sama orang yang bahkan entah bagaimana bisa bersatu tanpa pernah diduga sebelumnya. “Rasanya aku selalu lupa diri tiap kali bersamamu, An.” Andrea memejamkan matanya, dia menahan rasa gelitik di hatinya karena ucapan Alvaro. Lelaki itu mengusap punggung Andrea yang masih polos tanpa pakaian, mereka hanya berlindung di bawah bedcover tebal untuk menghalau dinginnya pendingin ruangan yang menusuk kulit mereka. Andrea sama dengan Alvaro, tapi dia sangat malu mengakui semua hal itu, Andrea juga selalu ingin lebih tiap kali bersama Alvaro, tetapi dia tidak seberani Alvaro yang terus saja mengatakan semua itu secara blak-blakan. “Kamu seperti orang yang sudah berpengalaman, sebenarnya kamu udah pernah bercinta atau belum?” tanya Andrea. “Kamu yang pertama, menyentuh wanita lain saja kondisiku sudah parah apalagi bercinta?” tanya Alvaro. “Hem aku pikir itu hal yang berbeda,” ujar Andrea. “Kamu tidak percaya?” tanya Alvaro yang kini kembali menindih Andrea. Andrea menahan senyumnya, dia tidak tahan jika Alvaro menatapnya seperti ini. rasanya Andrea ingin pasrah menyerahkan seluruh tubuhnya pada Alvaro. Meskipun mereka belum memiliki perasaan cinta, setidaknya mereka tidak masalah untuk bercinta karena keduanya merupakan pasangan suami istri yang sah dalam mata pemerintah. “Sial, kamu buatku ga tahan sayang.” Alvaro mencium bibir manis Andrea yang selalu menggodanya. *** Alvaro berjalan dengan bertelanjang d**a ketika bel berbunyi, percintaan panjang membuat Andrea lelah bahkan dia belum terbangun saat ini. Alvaro melihat siapa yang datang dan dia kembali dihadapkan dengan Merry yang sudah berada di depan kamarnya seperti wanita yang tidak punya harga diri. “Sial, dia lagi.” Alvaro kembali ke kamar dan dia mengabaikan Merry, Alvaro bahkan langsung mematikan ponselnya, dia tidak ingin paginya yang indah harus diganggu oleh Merry yang selalu meminta perhatian padanya. Sudah cukup dia melakukan semua hal yang diinginkan oleh neneknya, kini dia hanya ingin melakukan segala hal yang dia inginkan. “Kamu kenapa?” tanya Andrea yang baru terbangun. “Merry dia sudah berada di depan pintu, aku akan meminta pihak hotel mengusirnya.” Alvaro kembali memeluk Andrea, dia ingin melanjutkan tidurnya karena semalam tidak memiliki waktu tidur yang cukup karena gairah mereka. Alvaro sungguh tidak menyangka bahwa bersama Andrea jiwa liarnya semakin besar. Alvaro memang tidak akan selingkuh, tetapi dia tidak tahu bagaimana kelanjutan pernikahannya jika neneknya terus ikut campur semua hal yang dia inginkan. “Aku lapar,” bisik Andrea mengusap d**a Alvaro. “Jangan menyentuhnya jika tidak ingin ronde 3 dimulai kembali,” ujar Alvaro. Andrea kembali membuat pola aneh di atas d**a Alvaro, dia sangat suka menggoda suaminya. Pada kenyataannya Andrea juga nakal, keduanya sudah dewasa dan memiliki nafsu serta gairah. Bagi mereka wajar bercinta karena keduanya sudah menikah. Andrea tidak peduli dengan penolakan keluarga Alvaro karena saat ini Alvaro menerimanya dan mau mempertahankannya. “Kamu nakal sekali,” ujar Alvaro yang langsung menggendong Andrea menuju kamar mandi. Alvaro kini melucuti pakaiannya setelah membuat Andrea duduk di bathub dengan kondisi telanjang, perlahan air mulai mengisi bathub dan dia menuang sabun wangi di sana. Alvaro selalu takjub dia tidak menyangka jika wanita ini menjadi istrinya yang sah. “Kamu tidak lelah?” tanya Andrea ketika Alvaro mulai melucuti pakaiannya. “Kita hanya akan mandi,” ujar Alvaro, tetapi tidak membuat Andrea yakin. Andrea tahu bahwa Alvaro juga tidak bisa menahan dirinya, dia selalu menginginkan hal yang lebih ketika mereka berduaan bersama-sama. Alvaro dan dirinya adalah orang yang sama, sifat dan segala hal yang ada di dalam dirinya membuat mereka merasa nyaman hidup bersama walau tanpa perasaan cinta. “Apa kamu percaya dengan ucapanku?” tanya Alvaro. Belum sempat Andrea menjawab, lelaki itu sudah masuk kedalam bathub dan memeluknya, mereka terlalu menikmati honeymoon dadakan yang tidak sengaja mereka lakukan. Sejak awal Alvaro tidak pernah memiliki pemikiran ini karena baginya menghadapi pemilik tender sangat susah karena itulah dia memberikan waktu tiga hari demi tender ini. dia tidak menyangka kehadiran Andrea mempermudah urusannya, karena itulah waktu yang tersisa dia berikan untuk Andrea karena sudah mempermudah tugasnya. “Kamu selalu basah bahkan dalam kondisi seperti ini,” bisik Alvaro yang kini mencium leher Andrea. Wanita itu hanya terdiam menikmati semua yang Alvaro lakukan, dia menikmati sentuhannya dan Andrea kini mulai sadar bahwa dia tidak bisa tanpa Alvaro di sisinya. Alvaro sudah membuatnya kecanduan untuk percintaan hebat di setiap harinya. “Aku sudah menegang, kali ini ijinkan aku melakukannya dengan gaya yang berbeda.” Alvaro mengecup kening Andrea dan membalikkan posisinya menjadi duduk diatasnya. Mereka kembali menikmati percintaan itu, Alvaro yang setelah sekian lama menginginkan percintaan kini akhirnya bisa mendapatkan yang dia inginkan dengan kehadiran Andrea, Tuhan memang mewujudkan semua keinginannya walau harus menunggu lama. Tak lama kemudian mereka sudah usai, keduanya sudah rapi dan bersiap sarapan, namun ketika pintu dibuka mereka tidak sengaja melihat Merry yang jatuh kebelakang karena bersandar di pintu mereka. “Astaga, apa yang kau lakukan?” tanya Andrea pada Merry. “Aku sudah menunggu lama, kalian memang menyebalkan.” Merry merajuk pada Alvaro, tetapi lelaki itu mengabaikannya. Alvaro lalu menutup pintu kamar dan langsung menuju resto, dia sengaja menggandeng Andrea sedangkan Merry kini mengejar di belakangnya seperti pembantu yang mengikuti majikannya kemanapun mereka pergi. “Kalian ngapain aja di kamar? Masak ga denger bel.” “Urusan pengantin baru, jangan ganggu kami lagi.” Alvaro bergegas masuk ke dalam lift dan langsung memencetnya agar Merry tidak ikut serta dalam lift tersebut, perut Alvaro terasa mual mencium bau parfum Merry yang sangat menyengat. “Jahat banget,” ujar Andrea. Alvaro hanya diam, dia melakukan hal itu saja tidak membuat Merry nyerah, apalagi dia hanya diam? Alvaro juga ingin merasakan privasi karena baginya kehadiran Merry semakin membuat dirinya merasa jengah dengan semua yang ada. “Awas kalian yaaa, menyebalkan!” teriak Merry yang ditinggal, dia menghentakkan kakinya karena kesal. Merry tidak akan menyerah karena rencananya belum terlaksana, apapun yang terjadi dia tidak akan membiarkan kehidupan Alvaro bersama Andrea akan bertahan lama. Apapun yang terjadi dia akan tetap membuat perceraian terjadi diantara mereka.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD