Alvaro menghembuskan nafasnya, dia lalu menekan password pintu dan masuk ke dalamnya. Lelaki itu melihat Sepatu Andrea yang sudah tersusun rapi, kini dia tahu bahwa Andrea sudah datang lebih dulu dari pada dirinya.
“Kamu bawa apa?” tanya Andrea yang membawa mie instan yang akan dia masak untuk makan malam.
“Aku membawa makanan untuk kita,” ucap Alvaro lalu meletakkannya di meja makan.
Andrea kembali meletakkan sebungkus mie pada tempatnya, bau makanan yang Alvaro bawa membuat perutnya semakin lapar. Siang tadi dia bahkan tidak sempat makan karena Alvaro yang tiba-tiba datang menyergapnya, setelah itu dia bergegas menyelesaikan pekerjaan dan mengabaikan perutnya yang lapar karena mengejar deadline.
“Aku sudah lapar sekali, kamu mau mandi dulu atau gimana?” tanya Andrea.
“Aku siapkan makanannya terlebih dahulu, kita makan dulu.” Alvaro menggulung kemejanya sampai siku setelah itu mengambil piring dan minuman untuk mereka berdua, lelaki itu kini menikmati perannya sebagai suami dari Andrea.
Sejujurnya lelaki itu merasa grogi, dia takut jika Andrea menanyakan alasan perbuatannya siang tadi. Alvaro belum berani jujur, terlebih dia tidak ingin Andrea marah dan langsung meninggalkannya tiba-tiba. Alvaro hanya ingin mempertahankan Andrea, karena dia tidak tahu apa yang akan Damian lakukan setelah ini.
“Al, sebenarnya apa yang kamu sembunyikan?” tanya Andrea membuat Alvaro tersedak.
Alvaro baru menghabiskan setengah dari makanannya dan pertanyaan Andrea membuatnya tidak nafsu makan. Kakinya bergerak menahan kegelisahan dalam hatinya, awalnya dia memang tidak ingin jujur, tetapi setelah Andrea bertanya kini pertahannya lemah.
“Maaf sebelumnya An, aku tidak bermaksud menyembunyikan apapun padamu, tapi sebenarnya aku adalah CEO Bentley grup,” ujar Alvaro.
Andrea tertawa keras, dia merasa lucu dengan jawaban Alvaro. Andrea kini tidak percaya bahwa Alvaro adalah seorang CEO, sejak awal lelaki itu mengatakan dia tidak memiliki apapun, tetapi tiba-tiba mengaku sebagai CEO dari perusahaan besar, hal itu membuat Andrea merasa lucu.
“Apa yang lucu An?” tanya Alvaro.
“Mana mungkin kamu CEO, kemarin bilangnya nggak punya apapun sekarang malah ngelawak bilangnya CEO. Aduh kalau ngelucu bisa aja kamu Al,” ucap Andrea tertawa puas.
Alvaro sedikit tersenyum, Andrea terlihat manis dan cantik dengan lesung pipitnya yang dalam ketika tertawa. Wanita itu adalah istrinya, istri yang dia nikahi secara mendadak. Alvaro pikir setelah dia jujur Andrea akan percaya, nyatanya dia salah karena Andrea hanya menganggap hal itu sebagai lelucon.
“Udah, sebenarnya apa yang ingin kamu tanyakan?” tanya Alvaro.
“Tadi siang, sebenarnya kamu kenapa? Ada yang berniat buruk dan mencampur minumanmu?” tanya Andrea.
“Aku sebenarnya ingin jujur akan sesuatu, tapi apakah kamu janji tidak akan meninggalkanku?” tanya Alvaro yang kini menahan dirinya dengan meremas jari-jarinya.
“Katakanlah, kita satu tim saat ini. Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Andrea.
“Aku memiliki penyakit aneh An, aku setuju untuk menikahimu karena hanya kamu yang tidak membuatku kesakitan setelah menyentuhku. Tubuhku memiliki reaksi berbeda, jika disentuh wanita lain akan memberikan efek yang luar biasa. Siang tadi ada yang sengaja ingin membuat pekerjaanku berantakan karena itulah aku langsung ke tempatmu, karena hanya denganmu efek dari rasa sakit itu hilang. Mungkin kamu tidak percaya dengan ceritaku, tetapi itu nyata adanya.” Alvaro mengatakan semuanya dengan jelas.
“Aku tidak pernah tau tentang penyakit ini, tapi jika kamu butuh bantuan katakan saja padaku.” Andrea tidak ingin bertanya lebih lanjut karena dia tidak ingin membuat Alvaro semakin merasa malu dengan kekurangannya, lelaki itu sudah menolongnya dan kini dia akan menerima apapun kondisi Alvaro selama kontrak pernikahan berlangsung.
Alvaro tidak menyangka bahwa Andrea akan biasa saja, wanita itu menerima kekurangannya bahkan dia tidak ingin bertanya lanjut karena takut menyakiti hatinya. Alvaro yakin Denis akan menyesal karena sudah meninggalkan wanita sebaik Andrea, lelaki bodoh itu bahkan tidak tahu siapa yang sedang dia jadikan calon istri di masa lalu.
“Apakah kamu mau menemaniku dalam perayaan ulang tahun perusahaan Bentley?” tanya Alvaro.
“Baiklah, aku akan menemanimu. Emang karyawan biasa boleh membawa pasangan?” tanya Andrea.
Alvaro menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia baru sadar bahwa Andrea memang tidak percaya dengan perkataannya. Kini dia akhirnya mengikuti pikiran Andrea dan membiarkan wanita itu tahu secara sendiri siapa suaminya sebenarnya.
“Sudahlah, kamu ini lucu banget Al. Aku agak sibuk bekerja, kamu datang sendiri saja. Lagian juga tidak ada yang aku kenal di sana,” ucap Andrea.
Alvaro mengangguk, dia tidak ingin memaksa Andrea karena hal itu hanya akan membuat Andrea semakin tertekan. Hubungan pernikahan mereka masih seumur jagung, walau pernikahan dadakan keduanya mampu menyesuaikan diri.
“Bagaimana masalah Merry? Apa sudah diatasi?” tanya Andrea.
“Dia itu bebal, sejak awal aku sudah menolak tapi wanita itu selalu saja berusaha mendekat. Kamu jangan salah paham, karena bagaimanapun aku tidak akan pernah mau bersamanya, kamu tau sendiri hanya kamu obat penawarku,” ujar Alvaro.
Jantung Andrea berdebar ketika Alvaro tiba-tiba menggenggam tangannya, mereka memang baru bertemu, tetapi debaran aneh itu tiba-tiba muncul tiap kali Alvaro melakukan kontak fisik padanya. Alvaro memang sangat tampan dan hal itulah yang mungkin mempengaruhi pikiran Andrea agak goyah pada lelaki di hadapannya.
“Kalau kamu butuh bantuan katakan padaku An, ini aku kembalikan kartu atm kamu. Aku sudah bekerja, seharusnya aku yang menafkahimu,” ucap Alvaro mengembalikan kartu atm milik Andrea.
Andrea terpaku karena Alvaro juga menyodorkan kartu atm miliknya dan mengatakan bahwa Andrea bisa menggunakan kartu Alvaro untuk membeli kebutuhannya. Sejak dulu hanya dia yang selalu memberi Denis, lelaki itu bahkan tidak pernah memberikannya uang, dia hanya bergantung pada Andrea. Perlakuan manis Alvaro kini membuat Andrea terharu karena Alvaro orang yang sangat bertanggung jawab.
“Kalau kamu tidak ingin menemaniku dalam pesta perayaan ulang tahun perusahaan, apa kamu mau menemaniku dalam acara lelang? Aku ingin datang kesana.”
“Kapan?” tanya Andrea yang kini mulai tertarik dengan Alvaro.
“Besok malam, aku akan menyiapkan gaun untukmu An. Kita datang ke sana,” ucap Alvaro tersenyum manis.
Andrea mengangguk, lelaki manis ini membuat hatinya mulai melunak. Andrea kini semakin takut jika hatinya kembali jatuh dan akan membuatnya terluka untuk kedua kalinya, perasaan takut akan pengkhianatan itu selalu ada karena dia merasa trauma dengan segala hal yang dilakukan oleh mantan tunangannya di masa lalu.
“Terima kasih An,” ucap Alvaro tersenyum manis.
Di sisi lain kini dua orang berlainan jenis sedang bertemu secara diam-diam, mereka adalah orang yang selalu ingin Alvaro jatuh. Dia tidak ingin Alvaro mewarisi perusahaan Bentley, sejak kegagalannya menjatuhkan Alvaro dalam tender kini mereka kembali menyusun rencana untuk membuat public menolak lelaki itu menjadi pimpinan perusahaan Bentley menggantikan Diana.
“Lakukan rencana kita, aku tidak akan tinggal diam jika kau mengacaukan semuanya.” Lelaki itu pergi secara diam, hubungan tersembunyi ini tidak akan pernah dia biarkan terungkap secara terang-terangan.