Langkah kaki terdengar menelusuri lorong yang mengarah ke tengah itu. Dengan Tristan yang setiap menjadi pemandu mereka. Karena lorong yang sedikit lebih lebar dari pada lorong sebelumnya. Logan, Alice dan juga Xander berjalan bersisihan. Dengan tangan yang saling terhubung satu-sama lain. Mereka memasuki lorong itu, dengan perasaan yang sedikit khawatir. Perasaan Alice saja atau tidak, tapi sepertinya ia sudah pernah melewati lorong ini sebelumnya. Namun ia tidak tau kapan, tapi rasanya benar-benar nyata. Alice yang berjalan di tengah menatap ke belakang saat merasakan ada pergerakan. Xander berhenti, ia menatap ke belakang bergantian dengan Alice. Namun ia langsung memba wa tangan Alice. Bergerak ke depan, membuat Alice menatap Xander dari samping. Alice tersenyum, jika di ingat-ingat

