43. Tidak Ada Penghalang Lagi

2498 Words

Benjamin POV. Masih dengan keluarga Puput yang bertahan di ruang rawat dan entah sampai kapan mereka bertahan. Sampai aku pusing harus menanggapi obrolan siapa karena semuanya menegurku atau mengajakku bicara tanpa skip. Puput juga terus menerus mengobrol dengan siapa pun anggota keluarganya, bahkan jadi ajang untuk merengek manja pada siapa pun yang mengajaknya bicara. Entah berapa banyak pelukan dan ciuman pipi mereka pada Puput. Aku sampai tidak bisa menghitung lagi. Terlalu sayang pastinya, jadi seperti itu. “AYO PULANG SEMUA!!!” jeda om Nino akhirnya bersuara di tengah tengah ruangan di hadapan semua orang dan menggendong Esa putra bang Noah. Kedua putrinya yang kembar dan suaminya memang tidak datang karena suaminya tentu bekerja. Tapi tadi aku lihat kedua sepupu kembar Puput yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD