Ben POV. “ABANG!!!” jeda Puput lagi karena aku tertawa menanggapi protesnya. Salah sendiri kenapa cantik banget di hari pertama kerjanya. Yakan aku jadi mendadak gombal. Menua bersama?, Puput pasti tau artinya. Tapi ya aku bercanda aja sih. Gak mungkin banget Puput suka aku, selain suka sebagai temannya. Apalagi bersedia menua bersamaku dalam konteks suami istri. Yakan?. “Elah, bercanda” kataku sambil menyalahkan mesin mobilku dan mengabaikan wajah cemberutnya yang juga memerah karena gombalanku. “Usaha banget bikin gue baper pagi pagi” keluhnya kemudian. Aku tertawa lagi tepat keluar dari halaman rumahnya yang besar untuk membawa Puput ke kantor bersamaku. Yakan tempat kerja kami sama. “Elo bekel, Put?” tanyaku berusaha mengalihkan pembicaraan. Dia tatap dulu kotak bekal yang di b

