27. malu

2416 Words

Puput POV. “Eng….Put…ayo dah kita pulang!!!. Banyak setan ternyata di bandara” ajak bang Ben setelah kecanggungan tercipta di antara kami efek dari insiden pelukan kami tadi. “Banyak setan?” tanyaku masih malu menatap wajahnya. Dia juga kelihatan grogi kalo kemudian dia mengangguk sambil mengusap tengkuknya. Cowok rata rata gitu kalo grogi, setidaknya kedua abangku begitu, dan mereka cowok. “Iya. Udah ayo makanya pulang yuk” jawabnya. Aku mengangguk saja, lalu berjalan setelah bang Ben mempersilahkan aku jalan duluan lalu dia mengiringi langkahku sambil menyeret koper yang dia bawa. Dan kami jadi mendadak diam. Salah kayanya deh kalo aku berinisiatif menjemput bang Ben di bandara. Itu pun aku bertaruh, apa bang Ben di jemput keluarganya atau pulang sendiri. Ternyata pulang sendiri. Ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD