“Apakah kau takut aku tidak kembali?” Calista membalikkan tubuhnya kini ia berhadapan dengan suaminya. “Aku takut dan sangat takut. Oleh karena itu, aku akan memastikan Baby J tidak akan kehilangan mamanya. Akuakan selalu mendampingi mu, for better for worsh. Bukankah itu janji pernikahan kita?” ucap Jorge sambil mengusap sebuah cincin emas putih polos yang melingkar di jari manis sebelah kiri sang istri. Sambil memeluk Calista dan memandang sang buah hati, dengan perasaan yang teramat sakit di hatinya, terus berusaha di abaikannya. Kembali Ia menatap cincin pernikahan mereka. “Baby, apakah kau tau mengapa cincin pernikahan disematkan pada jari manis tangan sebelah kiri?” tanya Jorge. Calista mendongat lantas menggeleng kepalanya, hingga membuat Jorge tertawa keccil. “Pada jaman Roma

