“Yoshiro! Dia membeli tiket menuju ke kota Hendaye, dia pasti akan menyebrang ke kota Irun. Aku, akan menunggunya di sana, aku masih belum tau ke mana dia akan menetap dan di mana ketiga buron itu tinggal,” lapor Chen kepada Yoshiro yang juga didengar langsung oleh Madam. “Hem, ikuti terus, jangan terburu-buru. Lagi pula dia tidak pernah mengenalmu bukan?” “Dia tidak pernah mengenalku Yoshiro, selama ini aku selalu menggunakan masker, aku yakin dia tidak akan mengenaliku.” Chen menyeringai sambil kembali memasang masker di wajahnya. “Good! Lanjutkan,” titah dan tutup Yoshiro. Benar saja sesampainya di kota Hendaye, Timothy segera menuju sebuah Bar yang berisikan truck pengantar sayur-sayuran. Yang diimport ke Perancis, perjalanan berjalan lancar hingga sampai ke perbatasan antara Henda

