Tentu saja dengan sengaja ia menghadap dan menatap tajam pada mata Indah milik adik iparnya itu. “Tapi, aku hanya seorang wanita, Jason.” Rasa tak percaya diri menguasai diri Calista yang sudah dirusak secara mental oleh orang-orang jahat di bawah perintah Madam. “Lalu? Kenapa rupanya jika kau wanita? Apa, untuk menjadi kuat dan berkuasa harus kencing berdiri?! Sekarang katakan kepadaku, bukankah sebelum Jorge sadar, kamu mengatakan kepadaku bahwa dirimu bosan selalu menjadi seperti hewan buruan?! Bukankah kini seorang Calista yang akan menjadi predatornya?” ucap Jason. Calista lantas mengepalkan kedua tangannya dengan kuat, melihatnya Jason tersenyum tipis. “Lalu untuk apa airmata mu itu, hah?! Di mana semangatmu saat itu, Calista? Apa kau sudah siap menjadi pemburu untuk hewan-hewan pe

