BAB 19. Lebih Baik Mati di Tanganmu

1046 Words

“Tapi, aku takut nanti malah melukai jantungmu.” Kembali Jorge melihat istrinya panik. Ia langsung menggapai tangan sang istri. “ Ak-aku lebih baik kehilangan nyawa di tanganmu karena kamu berusaha menyelamatkanku, dari pada aku harus menunggu kematianku sendiri karena manahan sakit dan kehabisan darah. Jadi kuatkanlah dirimu, kau harus berani mengeluarkan peluru ini, apa pun resikonya, okay?” lirih Jorge. “Darah? Darah,” gumam Calista mengingat sesuatu. “Baby di mana bank darah, di mana kau simpan di ruangan ini? Cepat katakan padaku, Baby?” Jorge tersenyum dan menunjuk semacam lemari pendingin pada suhu tertentu yang berwarna hitam. Di dalamnya terdapat beberapa kantung darah yang disimpan. “Baiklah Baby, kita akan mencobanya yah,” jawab Lista sambil mengusap air matanya. Sebelum

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD