BAB 12. Ranjang Panas Jorge dan Calista.

949 Words

Botol itu kini tidak lagi berwarna putih bening. Namun, sudah bercampur dengan darah Camila yang tercecer di atas lantai. Ia lalu melihat ada botol alkohol, rasanya Ia tak sanggup lagi untuk menyiksa Camila lebih lama, dan memilih untuk segera mengakhirinya saja, agar Ia dapat segera tau apalagi yang diinginkan oleh sang Madam. “HA!!! HA!!!!” teriak Camila yang dipaksa sadar saat lututnya disirami oleh Alkohol. Lagi-lagi Ia merasakan perih dan kesakitan yang sangat luar biasa. “Camila, welcome! Kini, kau sudah sadar kembali, aku sebenarnya masih ingin mencabuti kukumu satu persatu. Tapi, aku tidak ingin membuat Madam menunggu terlalu lama.” Tiba-tiba pintu kubus itu terbuka saat Madam keluar menggunakan pakaian APB lengkap dan tersenyum sambil bertepuk tangan. “Aku, juga tidak ada wakt

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD