“Baby! Kenapa berhenti?!” pekik Calista kesal. “Karena aku baru sadar jika di sini ada cctv. Ayo, kita pindah ke kamar.” Jorge tentu saja berbohong, sambil mengulum senyumnya. Dia tau jika ruangan itu memang dari tadi ada cctv, tapi jika dia tidak memancing gairah istrinya maka Calista hanya akan memikirkan rencana balas dendamnya. Benar saja, setelah ulah Jorge berusan, Calista segera menarik suaminya menuju ke kamar pribadi mereka. Ia bahkan berjalan dengan setengah berlari menuju ke kamar tidur karena sudah tidak sabar untuk menuntaskan gairah yang hampir saja meledak. Pintu dibuka dengan kasar dan Calista segera mendorong tubuh suaminya ke tempat tidur lalu tak lupa mengunci kamar mereka. Calista lalu segera membuka pakaiannya dan membuangnya di sembarang tempat, ia berjalan mendek

