23

1131 Words

Rasanya mata ku sudah mengering dan tidak bisa lagi mengeluarkan air mata, sejak sampai di rumah Uti aku hanya berdiam dan sesekali menerima pelukan dari saudara-saudara ku. Rina dan Rania, anak anak Om Bowo sejak tadi tidak pergi dari sampingku juga dengan Qila, sedangkan Mas Dhimas dia bersama dengan Om Bowo menyusul Ayah dan Ibu mengurus jenazah Uti di rumah sakit. Disaat menjelang subuh mobil ambulan berhenti di depan teras, kaki ku lemas untuk berdiri saja rasanya tidak kuat, ingin menangis namun tidak dapat aku keluarkan, terlalu sakit rasanya melihat Uti sudah tidak berdaya lagi. "Mbak Anin, Mbak gapapa kan? Kita harus ikhlas, Uti sudah nggak sakit lagi. Insya Allah Uti sudah bahagia bisa bertemu Kakung disana." Bisik Rina, yang umurnya hanya berjarak dua tahun di bawahku "Yaa, Ut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD