8

1604 Words

“Al, jangan tidur terlalu malam. Jangan kebanyakan minum kopi. Jangan lupa sarapan. Jangan lupa cuci kaus kakimu. Jangan lupa minum vitamin. Jangan ...”           Al membekap mulut Harper dengan tangan kanannya. “Iya, Bawel!”           Entah sudah berapa kali Harper berkata padanya untuk jangan lupa ini, jangan lupa itu. Gadis itu begitu cerewet, melebihi bundanya.           “Al, aku serius! Itu pesan Mommy-mu tahu!”           “Bunda, Quin, aku tidak punya Mommy.”           Al tidak pernah suka menyebut bundanya, Mommy. Entah mengapa. Sejak kecil ia selalu memanggil ibunya dengan sebutan Bunda, bukan Mama ataupun Mommy.           “Iya, Bunda berpesan padaku untuk mengingatkan itu padamu,” ulang Harper kemudian.           Tentu saja Al bisa menduga jika Bundanya yang menyuruh Harper

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD