Harper berulang kali memainkan ponselnya. Membuka tutup kontak telepon yang ada di sana. Setiap kali tangannya hampir menyentuh satu nama, setiap kali itu pula ia ragu dan akhirnya membatalkannya. Sebenarnya ia malas menghubungi orang ini, tetapi ini demi wanita yang sangat disayanginya, Bunda Erika. Wanita itu meneleponnya beberapa saat lalu. Beliau berkata, Al tidak juga menjawab panggilannya dan beliau begitu khawatir. Lalu Bunda Erika memintanya untuk menghubungi Al. Dan tentu saja, mau tidak mau, Harper harus melakukannya. Harper tidak pernah menolak perintah wanita itu. Sama seperti ia selalu menuruti keinginan Mommy-nya. Sudah satu minggu Al tinggal di Barca dan belum sekali pun lelaki itu menghubunginya. Harper menggerutu dalam hati. Mana janji lelaki itu pad

