Teriakan itu membuatnya membeku. Itu suara yang begitu dirindukannya. Al tidak berani menoleh. Dia takut Harper akan memakinya atau bahkan mengusirnya. “Apa yang orang ini lakukan di sini, aunty?” Satu suara seorang gadis yang tidak pernah didengarnya tiba-tiba terdengar. Kali ini Al menoleh, tetapi matanya langsung bersitatap dengan Harper yang juga tengah terpaku menatapnya. Satu hal yang ingin Al lakukan sekarang adalah memeluk gadis itu. Mengatakan pada Harper untuk percaya padanya. Untuk menunggunya. Untuk tidak pergi darinya. “Quin,” Al berbisik pelan seraya berdiri. Matanya tidak lepas dari mata Harper. “Menjauh darinya, b******k!” Gadis berambut coklat itu tiba-tiba berdiri di hadapan Al dengan mata melotot tajam padanya. Alis Al berkerut menatapnya. “Maaf, aku mengenalmu?” “

