18

1213 Words

Aldrian berdiri dengan gelisah di depan jendela kamarnya. Sesekali dia melirik ke jendela yang masih tertutup di sebelahnya dan kembali mendesah. Dia begitu merindukan Harper. Seharusnya, liburan ini ia bisa puas bersama dengan gadis kecilnya itu, tetapi karena acara gosip sialan itu, semuanya berantakan. Al memejamkan mata. Dia tidak bisa begitu saja menyalahkan Camilla sebelum bisa membuktikan bahwa janin itu memang bukan miliknya. Dirinya sudah berbicara dengan Camilla lagi dan mereka akan bertemu besok. Sore ini, ia akan kembali ke Barcelona. Al pikir, ia harus menyelesaikan masalah ini secepatnya seperti pesan ayahnya. Dia tahu hal ini bisa berpengaruh pada bisnis keluarganya. Masalah ini bisa menghancurkan bisnis yang sudah dirintis kakeknya sejak bertahun-tahun lalu. Al merasa beg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD