17

1090 Words

Harper berkali-kali berjinjit mencari sosok Chelsea. Dia sudah cukup tinggi, tetapi rupanya orang-orang masih lebih tinggi darinya. Dan hari ini dia memakai sepatu tenis, itu tidak membantunya untuk menjadi 'tinggi'. “Seperti apa temanmu?” Enrique berdiri di sampingnya. “Dia cantik!” Enrique memandangnya lelah dan mencubit hidungnya. “Yang lebih spesifik, Sayang.” Harper terkikik. “Rambutnya panjang berwarna coklat. Matanya hijau tetapi tidak terlalu hijau. Dia tidak terlalu tinggi. Dia...” “Sedikit tomboy dan memakai boots?” “Yaa!! Dia suka sekali memakai boots!” Harper menjerit. “Kau melihatnya??” Enrique menoleh dan mengusap kepalanya. “Yeah, she's here.” Enrique meraih bahu Harper dan memutarnya. “Chelsea!!” Harper menjerit dan berlari menghampiri satu-satunya sahabat yang ia m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD