“Harper, waktunya makan.” Harper mendongak dari pekerjaannya dan tersenyum menatap Enrique yang baru saja masuk ke ruang kerjanya. Matanya melebar saat melihat rambut Enrique yang biasanya panjang sebahu, kini tampak lebih pendek. “Hah! Ke mana rambutmu??” Enrique terkekeh dan duduk di sofa tidak jauh darinya. “Butuh sedikit suasana baru,” jawabnya. Mata Harper melirik curiga padanya. “Bukan karena seseorang selalu memanggilmu long haired?” Enrique cemberut padanya membuat Harper terbahak. Chelsea dan Enrique adalah musuh abadi. Tiada hari tanpa bertengkar bagi mereka. Pertengkaran Chelsea dan Enrique selalu menjadi hiburan tersendiri baginya. Membuatnya lupa pada ketakutannya akan Aldrian. Dia melirik ponselnya dan sama sekali belum ada telepon dari Aldrian. Sudah hampir seminggu da

