13

1794 Words

Al menghirup napas dalam-dalam. Sebuah senyum terkembang di bibirnya. Akhirnya ia mendapatkan hari liburnya. Satu minggu penuh! Ia bahkan memeluk Juan -manajernya- saking bahagianya. Al sudah tidak sabar untuk pergi ke Alicante dan menemui Harper. Rasa rindunya benar-benar tidak tertahankan lagi. Ia sudah berencana untuk mematikan ponselnya selama satu minggu. Satu minggu ini akan menjadi milik Harper, bukan milik Juan dan management. “Aldrian, tunggu sebentar,” Juan menghentikan langkahnya. Al kembali berbalik menatap manajernya itu, lalu duduk di sofa. Sepertinya masih ada yang ingin Juan bicarakan dengannya. “Kau sudah lama mengenal Camilla?” Tanya pria itu kemudian. Al mengangkat alis dan menatap Juan dengan datar lalu mengangkat bahunya. “Dia teman sekolahku dulu.” “Kulihat di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD