14

1797 Words

  Harper membuka mata dan tersenyum lebar. Ia tidak bisa menghentikan senyumannya walaupun tahu alasan di balik itu adalah hal yang konyol.  Saat melihat Al berdiri di depan pintu rumahnya setelah satu bulan lebih lelaki itu pergi ke Barca, yang ingin dilakukannya untuk pertama kali adalah memeluknya. Ia tidak pernah sebahagia itu melihat Al. Dan entah kenapa saat melihat lelaki itu berdiri di hadapannya dengan senyum lebar khas Aldrian-nya, ia sedikit lebih lega. Lelaki itu setidaknya tampak baik-baik saja walaupun raut wajahnya yang lelah tidak bisa disembunyikan. Al juga sedikit lebih kurus sejak Harper meninggalkannya di apartemen lelaki itu sore beberapa minggu lalu. Apa yang Al makan selama ini? Apa ia cukup istirahat? Apa ia bahagia dengan pilihannya menjadi model? Pikiran-piki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD