11 "Kamu ngapain angkat telepon dari dia?" tanya Calista sambil memelototi pria berkaus merah yang tengah duduk di sofa hitam. "Aku sengaja. Biar dia tahu, kalau kamu sudah nggak cinta lagi sama dia," jawab Jimmy dengan sangat tenang. "Itu urusanku. Kamu jangan ikut campur!" bentak Calista. "Aku harus ikut campur, karena aku calon suamimu!" Calista berdecih. "Masih lama. Aku juga harus menyelesaikan hubunganku dengan dia." "Jangan ditunda. Dia harus tahu, anak di dalam kandunganmu adalah anakku." Calista mendelik tajam pada laki-laki yang merupakan mantan pacarnya dulu, sebelum dia menjalin kasih dengan Baron. Calista berbalik dan jalan ke kamarnya. Perempuan berambut panjang itu merebahkan diri di kasur. Dia menatap nyalang pada langit-langit sembari memikirkan Baron. Per

