Bab 12

1034 Words

12 Hari berganti. Siang itu, Farisyasa tengah berada di salah satu restoran di pusat Kota Bandung, saat sekelompok orang memasuki ruangan luas itu. Farisyasa tertegun sesaat, sebelum melambaikan tangan kanannya. Dia berdiri dan menyunggingkan untuk menyambut kehadiran perempuan bermata besar, yang belakangan waktu kian dekat dengannya. "Lagi lunch, Mas?" tanya Lilakanti sambil menyalami Farisyasa. Kemudian dia bergeser untuk bersalaman dengan beberapa rekan pria tersebut. "Ya. Kamu, baru mau makan siang?" Farisyasa balas bertanya sembari berjabatan tangan dengan kedua teman Lilakanti. "Iya. Anita ngajak makan di sini." Lilakanti melirik sahabatnya yang tengah mengamati Farisyasa. "Ta, jangan mangap gitu," selorohnya sambil menyenggol lengan kanan Anita. "Ehm, ya. Aku ...." Anita

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD