Bab 21

1028 Words

21 Hari berganti. Pagi itu, Lilakanti tiba di kantornya beberapa menit sebelum pukul 8. Lilakanti menyapa resepsionis dengan ramah, yang membalas dengan menerangkan jika ada tamu di atas. Lilakanti mengerutkan dahi, lalu dia menaiki tangga sambil berpegangan ke tepi tembok. Sesampainya di lantai dua, Lilakanti terkejut melihat orang yang tengah duduk di kursi ruang tunggu. Dia berhenti sesaat, sebelum menyambangi pria tersebut dan menyalaminya dengan takzim. "Bapak nggak ngasih kabar mau ke sini. Kalau tahu, aku mau nyiapin suguhaan," tutur Lilakanti, sebelum duduk di kursi seberang. "Tidak perlu. Saya juga hanya sebentar di sini," jawab Nazeem. "Sehat, Pak?" "Alhamdulillah. Kamu?" "Saya juga sehat." Nazeem mengangguk paham. Dia memajukan badan sambil memerhatikan perempuan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD