Part 34

1237 Words

Ini hari senin, seperti hari senin pada umumnya, tentu saja ada upacara. Magi yang semalam sibuk memainkan game baru di ponselnya sampai larut malam, nyaris lupa kalau ia masih siswi SMA yang harus ikut upacara setiap hari senin, dan sekarang ia hampir terlambat. Kakinya yang pendek itu buru-buru berlari di sepanjang koridor, tidak peduli kalau ia bisa saja menabrak seseorang. Walaupun Magi kasar, tidak mau mempedulikan banyak hal, dan suka berdebat, Magi bukan siswi yang suka terlambat. Bug... "Akh!" "Ah Sorry." Suara ringisan dan permintaan maaf itu tertangkap indra pendengaran Magi, tapi ia mengabaikan. Sepertinya ada yang bernasib sama dengannya, terlambat dan berlarian di sepanjang koridor lalu menabrak seseorang. Magi tidak memperhatikan siapapun itu yang terlibat insiden tabrak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD