Ketika Hati Mulai Goyah

1207 Words

Ada sesak yang menjalari ulu hati. Alia membekap mulut dengan tangan agar isak tangisnya tidak terdengar. Lelehan bening mulai membasahi pipi, membuat mata Alia memerah. Tok! Tok! Tok! "Sayang .... buka pintunya!" Suara bariton itu terdengar beberapa kali diiringi ketukan pintu tiada henti. Alia tidak menyahut. Ia terus membekap mulut dan menumpahkan segala kekecewaannya. Hatinya belum bisa menerima pernikahan kedua sang suami. "Sayang ... Sayang ...." Panggilan itu makin kencang bersamaan dengan frekuensi ketukan yang semakin bertambah. Nihil, Alia tetap tidak merespons. Alia bangkit, lalu mengambil gawai yang tergeletak di atas nakas. Sedetik kemudian, wanita itu membuka aplikasi perpesanan hijau. Tangannya aktif men-scroll deretan pesan dari teman-temannya. Namun, tidak ada satu pu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD