Tidak terlahir untuk cinta

1258 Words

"Rangga. Rangga bangun ini sudah saatnya kamu pergi!" Randu menggoyang lengan Rangga yang masih terlelap di ranjangnya. "Rangga, bangun!" Rangga hanya menggeliat, tetapi sedikit membuka sebelah matanya hingga bisa melihat Randu yang berdiri di samping ranjang sambil mencondongkan tubuhnya agar bisa menyentuh Rangga dan membangunkannya. "Rangga, bangun!" tegas Randu sekali lagi. Tetapi, dengan cepat Rangga menarik tangan Randu hingga wanita itu terjatuh menindih tubuhnya. Rangga terkikik geli melihat ekspresi terkejut Randu dalam pelukannya, sedangkan Randu hanya diam menatap dalam wajah Rangga. "Aku masih merindukanmu, boleh aku pulang nanti Sora?" tanya Rangga, sambil menyelipkan rambut Randu yang menutup wajahnya ke belakang telinga. Randu berusaha menyembunyikan wajahnya, d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD