Sebuah rasa

1329 Words

"Randu, aku sangat merindukanmu," bisik Rangga sambil mengeratkan pelukannya, menaruh kepalanya pada bahu Randu yang terbuka, wanita itu hanya melilit tubuhnya dengan selembar kain jarik. Tidak ada jawaban yang Rangga dengar hanya kedua tangan Randu yang mengerat pada lengannya, hal itu sudah cukup membuat Rangga yakin jika Randu juga merindukannya. Dengan lembut Rangga menaruh hidung mancungnya di pucuk kepala Randu, yang kini memejamkan kedua matanya seolah menikmati apa yang Rangga lakukan. "Boleh aku meminta sebuah jawaban?" Bisik Rangga di telinga Randu, cahaya purnama yang menjadi saksi pembicaraan mereka. "Apa?" tanya Randu datar Kini setelah sekian lama waktu bergulir bersamaan dengan eratnya hubungan mereka, suara itu sudah tidak lagi se-menggetarkan dahulu, bagi Rangga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD