"Mas!" "Ah, sakit!" Sontak Rangga menghentikan gerakannya, dirinya yang bagai sudah berada di awang-awang harus terhempas kehilangan hasratnya karena mendengar tangis Salwa, wanita itu memegangi perut bagian bawahnya. "Kamu kenapa, Salwa?" tanya Rangga, tanpa mengeluarkan miliknya masih berharap kegiatan mereka bisa dilanjutkan. "Sakit, Mas, keluarin-keluarin, aku sakit!" ucap Salwa sambil menjejak-jejakkan kakinya di atas kasur, Rangga yang tampak kebingungan menuruti permintaan Salwa lalu dipandangnya wajah Salwa yang memucat menahan sakit. Salwa terdiam menelaah rasa dalam dirinya lalu memandangi Rangga dengan rasa bersalah, tangannya masih meraba-raba bagian bawah perutnya yang terasa nyeri setiap merasakan pergerakan milik Rangga di dalamnya. "Mas, aku kenapa, ya? Biasanya

