"Kamu mau pulang?" Sekali lagi Umi Siti mengulang pertanyaannya. "Iya, Umi, aku mau pulang." "Kalau begitu pulanglah, suamimu sudah menunggu," ujar Umi Siti seraya mengacungkan telapak tangannya yang terbuka ke arah pintu kamarnya yang tidak tertutup rapat, spontan Randu mengikuti ke mana tangan Umi Siti mengarah dan ia melihat sesosok pria yang sangat dicintainya berdiri dengan mata sembabnya. "Rangga," gumam Randu yang lalu bangun dari duduknya. "Iya Randu aku datang menjemputmu," jawab Rangga yang lalu menyelinap masuk dan langsung meraih tubuh sang istri dalam pelukannya, lalu pecahlah tangis mereka. Umi Siti keluar dari kamarnya tanpa berkata-kata, hanya tangan kanannya saja yang tampak mengusap air mata harunya. "Kamu jahat sekali, Randu. Kamu berpikir untuk meninggalkanku

