Bonus Part IV : Cerita Rubanah

1439 Words

"Tinggal buka portal saja. Apa susahnya," kata HeeBi, menggigit Ayam goreng yang berbumbu. Manggut-manggut merasakan nikmatnya bumbu pedas manis. "Caranya?" kata Lim. Meneguk soda. "Putar saja bezel jam itu." HeeBi menatap jam tangan Lim. Kata Lim, "Ini?" Mengangkat tangannya. HeeBi mengangguk. "Jam tangan ini tidak bisa untuk membuka portal," lanjut Lim. "Ah, yang kau maksud jam tangan buatan Kakek yang pertama?" "Bukan itu?" "Itu sudah tidak di gunakan lagi." "Kenapa?" "Karena sekarang sudah banyak biro perjalanan waktu di tiap kota." HeeBi mengerutkan kening. Sementara Lim, meletakkan ayam yang menyisakan tulangnya saja. Kedua telapak saling menepuk. Merontokkan sisa tepung krispi yang tertinggal. Lalu mulai menceritakan salah satu teknologi itu di tahun ini. L&V. Perusahaan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD