Hujan sangat lebat di luar. Belum lagi petir dan angin kencang yang bersahutan. Keadaan itu sudah sempurna untuk menyatakan suatu kondisi yang mencekam dan mengkhawatirkan. Akan tetapi, dibandingkan dengan perasaan takut dan cemas, Leah malah merasa bingung hingga wajah bodohnya tidak dapat dia tutupi. Kembali ke sepuluh menit sebelumnya, Leah yang tidak tahu bagaimana cara menanggapi orang asing cantik yang keluar dari kamar kekasihnya dengan pakaian seperti itu hanya bisa mematung tanpa roh. Jiwanya seakan dicabut saat itu hingga dia pucat. Tubuhnya gemetar tak terkendali dan siap ingin menangis sejadi-jadinya. Bahkan suara guntur yang kencang seakan-akan mengejeknya. Entah berapa lama dia seperti itu, pihak lain juga tidak mengatakan apa pun selain menatap p******a Leah. Selang beb

