Ben panik dan terkejut. Memandang Leah yang masih terjaga di jam segini membuatnya membeku tidak tahu ingin melakukan apa. Dia pikir ini waktu yang tepat untuk kembali karena Leah pasti sudah tidur. Namun nyatanya tidak. “Kenapa belum ti—” Pertanyaan Ben terpotong begitu melihat Leah berjalan cepat mendekatinya lalu memeluknya. “... Leah?” “Jangan biarkan aku sendirian lagi,” bisikan takut itu membuat Ben tertegun. Ben melirik ke bawah untuk melihat puncak kepala Leah. Dia bisa merasakan kaosnya sedikit basah dan hangat. Setelah itu pelukan wanita itu mengerat. Merasa sangat lega, dia pun tersenyum dan membalas pelukan Leah. Dia mengecup rambut hitam pekat itu sebelum berujar pelan, “Maafkan aku.” Tubuh mungil dalam pelukannya gemetar tanda menangis semakin jadi membuat dia berulang

