Leah menghubungi Ben terus akan tetapi pria itu tidak mengangkat satu pun panggilannya. Leah tidak tahu kenapa nomor pria itu menjadi tidak aktif. Terima kasih untuk itu. Berkatnya, Leah menjadi cemas. Dari berdiri di depan pintu, kembali ke kamarnya, balkon, di meja makan, sampai lorong apartemen. Sepanjang malam .... Sepanjang malam ini Leah menunggunya dengan gelisah dan takut. Duduk di sofa depan televisi, kedua kakinya ditekuk di depan dadanya. Dia menoleh ke luar balkon yang sepi lalu melihat jam di layar ponsel. Sudah jam 1 malam lewat dan Ben masih belum pulang. Leah mendesah panjang sebelum menempelkan dahi di antara lututnya. Kedua tangannya memeluk kakinya dengan satu tangan yang mengepalkan ponsel usangnya lumayan erat. Sebenarnya ada di mana pria itu?! Beberapa saat kemu

