10. Sebuah Pengakuan

1109 Words

Lama sekali aku menunggu Mas Graha. Dari tadi yang kulihat hanya orang-orang asing yang terus lalu lalang. Kemana sih Mas Graha, masa aku ditinggalin sendiri. Sebuah tangan menyentuh pundakku perlahan. Aku menoleh dan mendapati Mas Graha tersenyum menatapku. "Mas kok lama?" tanyaku sambil cemberut. "Nggak kok, perasaan May aja," jawabnya sambil tersenyum dan kemudian duduk di sebelahku. "Lama. Lihat nih, May aja sudah habisin makanan sebanyak ini," sahutku. "Bagus bisa makan banyak." Sia malah menggodaku, bukan mengklarifikasi kenapa dia begitu lama meninggalkanku. "Tahu gitu tadi May nggak usah kesini aja. Dari tadi May cuma bengong ngelihatin orang-orang lewat." "Jangan cemberut gitu. Ayo Mas kenalin sama yang punya acara." Mas Graha mengulurkan tangannya ke arahkan. Lama aku mena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD