Bab 14. Berbohong

1163 Words

Jantung Daren berdegup keras. Tangannya mengepal. Siapa lelaki itu? gumamnya dalam hati. Napasnya terasa sesak. Berkali-kali ia menekan tombol panggil pada nama "Arnie" di ponselnya. "Nomor yang Anda tuju sedang sibuk." suara operator yang dingin terdengar berulang kali. "Kenapa nggak diangkat?!" Daren menggeram pelan. Ia mencoba lagi, lagi, dan lagi. Tetap tak ada jawaban. Keringat dingin mulai merembes di pelipisnya. Tanpa pikir panjang, lelaki tampan itu pergi meninggalkan perusahaan. Daren menyalakan mesin mobil dan melaju kencang menuju rumah. Emosinya bercampur dengan cemas yang membuncah. Sesampainya di rumah menjelang senja, ia membuka pintu dengan kasar. Aroma masakan hangat langsung menyeruak. Daren terhenti sejenak. Di dapur, Arnie terlihat tenang memotong sayur, wajahnya b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD