Bab 14

1205 Words
Seperti biasanya setelah sampai di tempat kerjanya, Bambang memarkir motor maticnya di tempat parkiran. Namun, kali ini Bambang memarkirnya dengan rapi lalu dia bergegas masuk ke dalam losmen dengan sangat hati-hati. "Tumben si Bambang markir motornya nggak sembarangan lagi," gumam Pak Udin dengan rasa heran, "Tapi bagus deh, kan nggak ngerepotin saya jadinya," katanya lagi sambil tersenyum. Dengan wajah datar dan gaya khas darinya Bambang berjalan memasuki lorong yang ada di dalam losmen dan langsung melihat jadwalnya malam hari ini yang tertempel di depan ruangan manager lalu, di hapalnya seperti biasa kamar nomor berapa saja yang harus dia bersihkan malam itu. Saat menuju dapur losmen Bambang berpapasan dengan temannya yang bernama Anton yang sedang asik melakukan panggilan video dengan kekasihnya. Anton menyapa Bambang sebentar lalu, melanjutkan kembali berbincang dengan kekasihnya lewat smartphone-nya. "Mbang," sapa Anton sambil lewat berselisihan dengan Bambang. "Ya," sahut Bambang singkat dan langsung berlalu ke dapur. Bambang menoleh lagi ke arah Anton ketika sudah lumayan jauh lalu, merogoh ke saku celananya dan mengambil smartphone-nya yang tersimpan di dalam kantong celananya itu. Bambang menatap layar smartphone-nya dan kemudian tersenyum sendiri sambil terus berjalan menuju dapur. "Lala emang cantik," kata Bambang sambil tersenyum senang lalu duduk di bangku yang ada di dapur. Seketika khayalan Bambang tentang Lala pun kembali menari-nari di dalam pikirannya. Bambang berkhayal bahwa dia dan Lala sekarang sedang melakukan panggilan video dan Bambang pun sekarang berbicara sendiri sambil terus tersenyum. Tidak berapa lama Bambang mengkhayal, tiba-tiba Anton datang ke dapur dan mengejutkan Bambang. "Ngapain lu, Mbang?" tanya Anton yang menyangka bahwa Bambang benar-benar melakukan panggilan video bersama seseorang, "Ciye si Bambang lagi video call sama siapa tuh," ejek Anton. Bambang langsung merengut dan kembali memasukan smartphone-nya ke dalam saku celananya, kemudian mengambil sapu dan juga alat pel untuk di bawanya dan langsung pergi membersihkan kamar meninggalkan Anton sendirian di dapur. "Kok malah marah," kata Anton bingung yang melihat Bambang langsung pergi ketika di tanya olehnya. Anton menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan Bambang yang sudah biasa di lihatnya, kemudian dia masuk ke dalam kamar kecil. Bambang yang kesal dengan kelakuan Anton yang tadi mengganggunya berkhayal dengan Lala, kemudian berjalan menuju kamar sambil mengomel. "Sukanya ganggu orang aja," gerutu Bambang kesal, "Nggak bisa lihat orang senang apa," kata Bambang lagi sambil memukul-mukul sapu yang di bawanya ke lantai dan berjalan dengan menghentak-hentakkan kakinya. Setelah sampai di kamar nomor empat belas yang ada di lantai satu, Bambang segera masuk ke dalam dan membersihkannya dengan cepat. Ketika membersihkan kamar itu, Bambang kembali menemukan keajaiban di dalam kamar itu yang terselip di dalam laci, yaitu sebuah sabun mandi pemutih dan sebotol minyak wangi yang isinya masih tersisa setengah. "Wah, masih banyak banget isinya, kok di tinggal sih?" gumam Bambang sambil menatap dua buah benda yang di temukannya terselip di dalam meja, "Sayang banget kalau di buang, mending aku simpen aja deh, kan masih bisa di pake," gumam Bambang lagi kemudian segera memasukkan dua benda temuannya tadi langsung ke dalam kantong celananya. Kemudian Bambang pun kembali keluar dari kamar itu setelah selesai membersihkan dan merapikan kondisi di dalam kamar lalu segera kemudian berjalan menuju dapur losmen untuk meletakkan dua alat tempurnya yaitu sebuah sapu dan sebuah pel. Lalu segera menuju ke kamar kecil untuk mencuci wajahnya dengan menggunakan sabun pemutih yang tadi dia temukan. "Wah, emang tok cer nih sabun, muka aku langsung kinclong," ucap Bambang lirih sambil menatap wajahnya yang terpantul dari depan cermin di hadapannya. Setelah selesai mencuci wajahnya, Bambang pun bergegas menuju ke ruang tunggu karyawan untuk cepat-cepat menyimpan dua benda temuannya tadi ke dalam tasnya, kemudian duduk di atas kursi di samping dia meletakkan tasnya. "Oh iya, tadi aku kan nemu vitamin rambut, aku coba ah.." gumam Bambang lagi dalam hati kemudian masuk ke kamar kecil yang berada di dalam ruang tunggu karyawan. Bambang menyemprotkan vitamin rambut ke telapak tangannya lalu mencium aroma wangi dari cairan vitamin rambut itu. "Hhhmmmm... Wangi banget.." ucap Bambang lirih kemudian menggosok kedua telapak tangannya dan selanjutnya kedua telapak tangannya itu dia gosokkan ke rambutnya sambil menata-nata model rambutnya, "Kalau pakai ini, Lala pasti makin suka sama aku," gumam Bambang tersenyum sendiri sambil menatap wajahnya yang terpantul dari cermin. Namun, ketika Bambang asyik dengan khayalannya di dalam kamar kecil, tiba-tiba Anton membuka pintu kamar kecil di mana Bambang berada. "Eh, Bambang..." sentak Anton seketika terkejut melihat Bambang yang sedang menatap wajahnya di cermin. Dengan seketika ekspresi wajah Bambang yang awalnya tersenyum menjadi merangut. "Gua kira enggak ada orang, jadi gua masuk aja," ucap Anton, "Lagian enggak di kunci kan, nih.." lanjut Anton. Bambang segera keluar dari kamar kecil melewat di depan Anton. "Sorry ya, Mbang..." ucap Anton kemudian bergegas memasuki kamar kecil karena kebelet. Bambang kembali duduk di atas kursi tepat di samping tasnya, kemudian mengambil smartphonenya dari dalam tas lalu menatap layar smartphonenya sambil tersenyum sendirian. "Bosen ih," gumam Bambang dalam hati sambil menguap karena sudah merasa ngantuk, "Ke warung Pak De ah..." gumam Bambang lagi kemudian beranjak berdiri lalu segera berjalan menuju warung Pak De yang berada tepat di depan losmen tempat dia bekerja. "Mbang..." sapa Pak De setelah melihat Bambang yang langsung duduk di atas kursi panjang di warungnya. "Kopi es, Pak De," sahut Bambang seketika memesan. "Bentar ya...." Kemudian Pak De pun menyiapkan pesanan Bambang, dan tidak memakan waktu lama pesanan Bambang pun tiba. Sebuah gelas berisi kopi manis bercampur beberapa bongkahan batu es tersuguh di hadapan Bambang. "Wah seger nih..." gumam Bambang seketika dengan segera meneguk segelas kopi es di hadapannya, namun Bambang tersedak setelah menyadari bahwa kopi es miliknya ternyata belum di aduk sehingga ampas kopi yang membeku tertelan olehnya. "Kamu kenapa Mbang?" tanya Pak De seketika setelah melihat Bambang yang batuk batuk. Bambang pun menjawab hanya dengan menggelengkan kepalanya saja tanpa mengatakan sesuatu setelah batuknya reda. "Ooh, kirain kenapa..." ucap Pak De, "Oh iya, kamu kok lembur lagi, Mbang?" tanya Pak De kemudian. "Tukeran sift sama Solihin, Pak De," jawab Bambang singkat. "Loh, bisa ya ternyata tukeran sift," sahut Pak De. Bambang hanya mengangguk dengan ekspresi datar. "Kamu sakit, Mbang?" tanya Pak De. "Enggak, Pak De," jawab Bambang. "Panas dalam?" tanya Pak De lagi. Bambang menjawab pertanyaan Pak De dengan hanya menggeleng tanpa mengatakan apapun, "Huh, Pak De... Kopinya enggak di aduk, jadi nggak enak nih kopi ku.." gumam Bambang dalam hati kesal karena Pak De yang lupa mengaduk kopinya dan langsung memasukkan batu es ke dalam gelasnya sehingga kopi di dalam gelas menjadi beku, itulah yang membuat Bambang menjadi tersedak. "Berapa Pak De?" tanya Bambang seketika beranjak berdiri. "Wiiih, kali ini bayar nih?" sahut Pak De, "Kenapa nggak nyatet aja?" lanjut Pak De. Bambang hanya menggeleng tanpa berkata apapun. "Ya udah.. Kopi doang kan Mbang?" ucap Pak De kemudian bertanya. Bambang mengangguk mengiyakan. "Tiga ribu, Mbang," ucap Pak De memberitahu. "Ini Pak De..." ucap Bambang sambil menyerahkan selembar uang pecahan sepuluh ribu kepada Pak De. Pak De pun meraih selembar uang yang di serahkan Bambang kemudian berniat untuk mengambil uang kembalian. "Nggak usah Pak De," ucap Bambang seketika, "Uang kembaliannya buat ngurangin utang yang kemarin aja, Pak De," sambung Bambang. "Oh ya udah..." Kemudian Bambang pun kembali masuk ke dalam losmen untuk melanjutkan pekerjaannya yang masih belum selesai. Setelah selesai membersihkan kamar kosong yang tersisa, Bambang pun segera kembali menuju ke ruang tunggu karyawan untuk menunggu waktu pulang sambil mengutak-atik smartphonenya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD